INDUSTRY.co.id - Jakarta - Harga emas bergerak naik dan berkonsolidasi di atas zona USD1840, di saat yang bersamaan nilai USD juga ikut menguat akibat rilis dari data inflasi AS yang cukup baik dan melampaui perkiraan ekonom.

Research & Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX), Nikolas Prasetia mengatakan bahwa berdasarkan data inflasi AS yang rilis Rabu (10/11/2021) malam, data CPI bulanan dirilis tumbuh sebesar 0,9% dibandingkan periode sebelumnya yang tumbuh sebesar 0,4%.

"Dengan kondisi CPI yang cukup baik tersebut, hal ini seperti pisau bermata dua, dimana di satu sisi memberikan dukungan pada aset emas yang menjadi aset perlindungan terhadap inflasi dan membuat harganya menguat," kata Nikolas yang dikutip INDUSTRY.co.id, Kamis (11/11/2021).

Sementara di satu sisi kenaikan inflasi tersebut menjadi acuan data bagi the Fed untuk mulai kembali menggerakan kebijakan moneternya pasca penurunan kebijakan pembelian obligasi bulanannya yang biasanya memberikan dorongan pada tingkat imbal hasil obligasi AS dan memberikan tekanan pada harga emas.

"Dengan kenaikan tajam yang terjadi sebelum rilis data inflasi AS, maka support harga emas kini berada di kisaran USD1832 dan resistance terdekatnya berada di kisaran USD1850 hingga ke zona USD1860," kata Nikolas.

Nikolas menyebut, support terjauh harga emasnya berada di areal USD1824 hingga ke zona USD1815, sedang untuk resistance terjauhnya berada di areal USD1870.