INDUSTRY.co.id - Jakarta, Dalam tiga bulan terakhir ini di jakarta sudah ada tiga gedung yang terbakar, kemungkinan besar ada kesalahan dalam proses pembangunannya. Berdasarkan data yang didapat dari Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) provinsi DKI Jakarta, ternyata ratusan gedung tinggi di Ibu kota memang rawan terhadap bencana kebakaran. Dari 465 gedung yang ada di Jakarta hampir 40% diantaranya dinyatakan tidak aman dan rawan kebakaran.
Hampir separuh dari seluruh pembangunan gedung yang ada sekarang belum memiliki Sertifikat Layak Fungsi (SLF). Termasuk beberapa gedung yang terbakar baru-baru ini, fakta ini sangat mengerikan. Padahal seharusnya kontraktor atau developer dalam proses konstruksi proyeknya sudah memperhatikan aspek-aspek strategis pembangunan gedung, Termasuk SLF dan HSE (Health safety and enviromental).
Hal ini membuat Ketua Umum Himpunan Ahli Konstruksi Infonesia, Davy Sukamta angkat bicara " Ini pasti ada kesalahan, kalau mereka menerapkan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dalam proses konstruksi kejadian kebakaran besar seperti itu bisa dicegah".
Solusi yang bisa dilakukan para pengembang dalam memilih kontraktornya haruslah berdasarkan aspek-aspek tersebut. Hal ini juga berlaku bagi investor yang akan membeli unit-unit apartemen, kantor maupun landed house. Jika ketiga hal tersebut tidak ada, maka lebih baik investor jangan membeli proyeknya dan untuk developer jangan memilih kontraktornya. Developer harus memastikan terlebih dahulu bahwa kontraktor pilihannya sudah tegas dan betul-betul mengaplikasikan program HSE secara benar.