INDUSTRY.co.id - Data We Are Social tahun 2021, sebanyak 202,6 jutapenduduk Indonesia telah menggunakan internet. Dari total 272,1 juta keseluruhan penduduk, di antaranya 170 juta menggunakanmedia sosial. Kini dengan adanya teknologi internet semua menjadilebih mudah dan murah.
Dee Rahma, seorang Digital Marketing Specialist mengatakan ada perubahan interaksi sosial yang nyata dengan adanya digitalisasi, terlebih pandemi membuat semuanya dilakukan melalui ruang virtual. Dari zaman internet ini kini ada banyak platform yang muncul untuk edukasi, entertaiment seperti musik, film kita bisaakses semua.
“Kita tidak bisa ke bioskop tapi bisa mengakses berbagai platform film streaming atau musik streaming,” katanya saat menjadi narasumber di webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Kuningan,Jawa Barat I, melalui siaran pers yang diterima Industry.co.id.
Dia mengatakan pandemi dan keberadaan teknologi ini merupakansalah satu transformasi digital Indonesia yang mengalamipercepatan akselerasi selama pandemi, karena itu merevolusi cara masyarakat berinteraksi sosial.
"Transformasi digital di era industri4.0 pun tidak hanya dari sisi sosial saja, industri pabrik sudahmengalami otomatisasi dengan teknologi robot agar lebih efisienmemproduksi dan mendistribusikan barang menggunakan cloud technology, big data, virtual assistant 24 jam," lanjutnya.
“Fenomena revolusi masif ke perubahan interaksi di era digital kitasudah harus menggunakan internet di setiap aspek kehidupan kita. Bahkan dari transaksi digital, ketika di rumah harus belanja online, pakai e-banking, e-money, juga interaksi sosial secara virtual dan telemedicine,” tuturnya.
Fenomena revolusi masif dan perubahan interaksi sosial juga terjadipada dunia pendidikan di mana internet juga digunakan untukbelajar online baik sekolah, kuliah, dan kursus. Bekerja kinidilakukan secara remote dan tidak wajib setiap hari pergi ke kantor. Dengan begitu wifi pun sudah menjadi kebutuhan pokok.
Dengan segala perubahan yang terjadi ini, perlu adanya perubahanpola pikir dan sikap adaptif terhadap budaya digital. Informasi yang semakin terbuka membuat setiap orang harus menyaring segalasesuatunya sebelum menyebarkan.
"Rajin adaptasi menambahskill baru sesuai kebutuhan industri era digital dan berfikir lebihkritis terhadap apa yang bisa dilakukan agar lebih produktif denganadanya budaya digital baru tersebut," tukasnya.
Webinar Literasi Digital untuk wilayah Kabupaten Kuningan, Jawa Barat I, merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional LiterasiDigital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasidan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi.
Di webinar kali ini hadir pula narasumber lainnya yaitu Syarief Hidayatulloh, Digital Strategist Hello Monday Morning, Aditya Nova, Ketua Jurusan Hotel & Pariwisata IULI, Idayanti Sudiro, Certified Life & Wellness Coach, Michiko Utoyo, seorang Mompreneur.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranyaBudaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia(Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan CakapBermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakatIndonesia semakin cakap digital.