INDUSTRY.co.id, Jakarta-Viral di medsos, posting doa arwah untuk katolik sedunia karena hari ini 2 November Gereja Katolik memperingati arwah semua orang beriman. Mengutip Wikipedia bahasa Indonesia, hari Arwah, atau Hari Semua Jiwa (All Soul's Day), adalah suatu hari yang dirayakan untuk memperingati semua orang beriman yang telah meninggal dalam agama Kristen; biasanya untuk mengenang arwah kerabat, walaupun tidak secara khusus dimaksudkan untuk itu. Dalam Kekristenan Barat, perayaan tahunan ini sekarang diperingati setiap tanggal 2 November dan terkait dengan Hari Raya Semua Orang Kudus (1 November), serta vigilinya, Halloween (31 Oktober).
Dalam buku liturgi Gereja Katolik barat (Gereja Latin) hari perayaan ini disebut Peringatan Arwah Semua Orang Beriman, dan dirayakan setiap tahun pada 2 November meskipun tanggal tersebut jatuh pada hari Minggu.
Pada hari tersebut umat Katolik berdoa bagi arwah orang yang telah meninggal dunia. Anglikanisme juga menggunakan sebutan yang serupa dengan Gereja Latin dan menjadikannya suatu perayaan fakultatif (opsional) kalangan Anglikan memandang perayaan ini sebagai perpanjangan Hari Raya Semua Orang Kudus dan berfungsi untuk "mengenang mereka yang telah meninggal dunia", dalam kaitannya dengan doktrin teologis tentang kebangkitan badan dan Persekutuan Para Kudus.
Dalam Gereja Ortodoks Timur dan Gereja Katolik Timur Ritus Bizantium, peringatan ini dirayakan beberapa kali sepanjang tahun dan tidak ada hubungannya dengan bulan November.
Keyakinan dan praktik sehubungan dengan Hari Arwah ini bervariasi di antara berbagai denominasi dan gereja Kristen.
Di kalangan Ortodoks Timur dan Katolik Timur Ritus Bisantin (Yunani) terdapat beberapa Hari Arwah sepanjang tahun. Sebagian besar jatuh pada hari Sabtu, karena Yesus dibaringkan di Makam pada hari Sabtu Suci. Hari-hari peringatan ini disebut sebagai hari-hari Sabtu Jiwa (Soul Saturdays
Sejak masa awal perkembangan agama Kristen, umat Kristiani telah mendoakan keluarga dan teman yang sudah meninggal dunia. Hal ini dibutktikan dengan adanya doa tertulis di katakomba. Di dalam Kitab Suci, praktik mendoakan keluarga yang telah meninggal tercatat pada kitab Makabe dan 2 Timotius 1:18 (Santo Paulus berdoa untuk keluarga Onesiforus yang telah meninggal dunia). Berdasarkan Alkitab, umat beriman akan mengalami masa pemurnian dari dosa setelah manusia mengalami kematian. Masa pemurnian in sering kali disebut sebagai api penyucian (purgatorium).
Pada abad ke-6, komunitas Benediktin memperingati umat yang telah meninggal pada perayaan Pentakosta. Pada tahun 998, perayaan hari arwah menjadi peringatan umum di bawah pengaruh rahib Odilo dari Biara Cluny. Mulai saat itu, perayaan arwah diadakan setiap tanggal 2 November di kalangan ordo Benediktin, biara Carthusian, gereja Anglikan, dan sebagian gereja Lutheran.
Perayaan liturgi dalam Ritus Roma secara resmi menyebutnya "Peringatan Arwah Semua Orang Beriman".[10][5] Di beberapa negara, misalnya Meksiko, perayaan tersebut disebut sebagai Hari Orang Mati.