INDUSTRY.co.id - Jakarta, Berhenti merokok mungkin mudah untuk diucapkan, tetapi sangat sulit untuk dilakukan. Bulan Ramadhan ini bisa menjadi waktu yang tepat bagi perokok untuk menetapkan komitmennya untuk berhenti merokok. Pasalnya saat berpuasa, seseorang akan menahan lapar, haus dan perilaku yang membatalkan, termasuk merokok.

Jika prokok memanfaatkan bulan Ramadhan ini sebagai waktu untuk menghentikan kebiasaan buruknya, maka bisa dipastikan ia akan kehilangan kecanduan terhadap benda yang mengancam kesehatannya.

Seperti dilansir dari Independent.co.uk, Kepala Pengobatan Masyarakat di CMH Lahore  Medical College, Profesor Dr Muhammad Ashraf Chaundry mengatakan, setelah 12 jam berhenti merokok, maka kadar monoksida atau gas beracun dalam darah menurun drastis hingga mendekati batas normal.

"Jika dilakukan dua minggu sampai tiga bulan, maka resiko serangan jantung dab gangguan paru-paru menjadi turun," terangnya.

Ia menambahkan, setelah satu hingga sembilan bulan seseorang berhenti merokok maka gejala batuk, hingga sesak nafas menjadi berkurang. Lima hingga lima nbelas tahun setelahnya, resiko stroke, kanker mulut, hingga kerongkongan berkurang hingga 50 persen. "Namun tentunya, keinginan untuk kembali merokok bisa jadi kambuh setelah tiga bulan pertama berhenti merokok," imbuhnya.

Ashraf menghimbau kepada mantan perokok untuk mengkonsumsi banyak air dan jus. carilah kegiatan positif yang dapat meghindarkan anda dari rokok. Hindari hal-hal yang memicu rasa bosan karena dapat membuat resiko kekambuhan untuk merokok.

Jangan jadikan roko elektronik sebagai langkah untuk berhenti merokok. Menurut Ashraf, rokok elektronik sama bahayanyadengan rokok konvensional. "Tidak ada rokok yang lebih baik, merokok apapun jenisnya bisa membahayakan nyawa anda. Jadi stop rokok mulai dari sekarang," pungkasnya.