Per September 2021, Bank BCA Cetak Laba Rp23,2 Triliun

Oleh : Abraham Sihombing | Jumat, 22 Oktober 2021 - 07:37 WIB

Presiden Direktur Bank BCA, Jahja Setiaatmadja. (Foto: Humas Bank BCA)
Presiden Direktur Bank BCA, Jahja Setiaatmadja. (Foto: Humas Bank BCA)

INDUSTRY.co.id - Jakarta - PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), atau Bank BCA, membukukan laba bersih Rp23,2 triliun di sepanjang Januari-September 2021, meningkat 15,8% dibandingkan periode yang sama pada 2020 sebesar Rp20 triliun.

 

“Peningkatan laba sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini ditopang oleh penurunan biaya operasional dan biaya provisi kredit,” ujar Presiden Bank BCA, Jahja Setiaatmadja, dalam acara paparan publik di Jakarta, Kamis (21/10/2021).

 

Sementara itu, Jahja mengungkapkan, total pendapatan operasional tercatat Rp57,6 triliun per September 2021, tumbuh 3,1% dibandingkan periode yang sama pada 2020. Itu terdiri dari pendapatan bunga bersih (net interest income) sebesar Rp42,2 triliun atau naik 3,3% dibandingkan per September 2020 dan pendapatan non-bunga sebesar Rp15,5 triliun, atau mengalami peningkatan 2,4%.

 

“Peningkatan pendapatan non-bunga tersebut didukung oleh pertumbuhan fee dan komisi sebesar 11,2% menjadi Rp10,7 triliun per September 2021. Sedangkan pertumbuhan pendapatan bunga ditopang oleh kenaikan penyaluran kredit baru sebesar 13,8% seiring dengan komitmen BCA yang mendukung pemulihan ekonomi,” kata Jahja.

 

Lebih lanjut Jahja menuturkan, portofolio total kredit dan obligasi korporasi meningkat 4,5% menjadi Rp630,2 triliun pada triwulan ketiga 2021. Peningkatan kredit didukung oleh membaiknya permintaaan dari segmen korporasi dan KPR, di mana kredit pada kedua segmen tersebut masing-masing naik 7,1% dan 6,5% mencapai Rp269,9 triliun dan Rp95,1 triliun.

 

Per September 2021, kredit Komersial dan UKM Bank BCA tumbuh 1,5% menjadi Rp185,4 triliun. Sementara, Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) turun 7,6% menjadi Rp35,6 triliun. Kemudian saldo outstanding kartu kredit dan lain-lain naik 1,2% menjadi Rp13,9 triliun. Dengan demikian, total kredit konsumer meningkat 2,1% menjadi Rp144,7 triliun.

 

“Kami mengapresiasi upaya pemerintah dalam mengendalikan kasus Covid-19 di Indonesia, termasuk mengakselerasi program vaksinasi, sehingga aktivitas bisnis mulai menunjukkan pemulihan seiring peningkatan mobilitas masyarakat,” papar Jahja.

 

Selain itu, menurut Jahja, perpanjangan relaksasi pajak pada sektor properti dan otomotif juga turut menjaga daya beli masyarakat. Bersamaan dengan stimulus pemerintah tersebut, BCA kembali menyelenggarakan KPR BCAC ONLINEXPO pada 9 September hingga 10 Oktober 2021. Sebelumnya, pada Juli 2021, BCA menghadirkan KKB BCA Virtual Mall untuk memberikan penawarak khusus KKB bagi segmen ritel.

 

“Kami melaksnakan kedua event tersebut pada triwulan ketiga tahun ini, sebagai bentuk optimisme kami dalam mendorong penyaluran kredit dan mendukung pemulihan ekonomi nasional di tengah tantangan yang ada,” jelas Jahja.

 

Jahja menuturkan, pertumbuhan kredit BCA pada triwulan ketiga 2021 ini juga didukung oleh kenaikan dana pihak ketiga (DPK). CASA naik 21,0% menjadi Rp721,8 triliun per September 2021. Sementaraitu, deposito meningkat 9,7% menjadi Rp201,9 triliun. Secara keseluruhan, total dana pihak ketiga naik sebesar 18,3% menjadi Rp923,7 triliun. Itu mendorong pertumbuhan total aset BCA sebesar 16,5% menjadi Rp1.169,3 triliun.

 

Adapun rasio keuangan Bank BCA tetap kokoh, dimana rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) tercatat 26,2% per September 2021, atau di atas ketentuan regulator perbankan Indonesia. Loan to deposit ratio (LDR) juga tetap memadai, yakni sebesar62%.

 

Sementara risiko kredit bermasalah (non-performing loan) terjaga ketat di level 2,4% karena didukung oleh kebijakan relaksasi restrukturisasi. Rasio pengembalian terhadap aset (return on asset) tercatat 3,5%, dan rasio pengembalian terhadap ekuitas (return on equity) sebesar18,7%. Sebagai tambahan, rasio loan at risk (LAR) turun menjadi 17,1% per September 2021, dibandingkan 19,1% pada semester pertama 2021. (Abraham Sihombing)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita saat melakukan pertemuan dengan Gubernur Prefektur Aichi Mr. Hideaki Omura

Senin, 27 Juni 2022 - 18:00 WIB

Menperin Agus 'Rayu' Perusahaan Industri di Aichi Jepang Bangun Pabrik Baru Hingga Pusat R&D di RI

Dalam rangkaian lawatan ke Jepang, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita juga melakukan pertemuan dengan Gubernur Prefektur Aichi Mr. Hideaki Omura. Aichi merupakan prefektur pusat…

Pesisir Pantai Kiom

Senin, 27 Juni 2022 - 17:55 WIB

Kementerian PUPR Tata Ulang Kawasan Kumuh Apolo dan Pesisir Pantai Kiom Jadi Wisata Waterfront City

Kegiatan Peningkatan Kualitas Permukiman Kumuh (NSUP) kawasan pesisir pantai tersebut akan menciptakan kualitas lingkungan yang lebih baik sekaligus menjadi destinasi wisata baru kebanggaan…

APJII dan TP Link Kerja Sama Beri Pelatihan dan Sertifikasi

Senin, 27 Juni 2022 - 17:47 WIB

APJII dan TP Link Kerja Sama Beri Pelatihan dan Sertifikasi

TP-Link Indonesia bekerja sama dengan Bidang Pelatihan dan Sertifikasi Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) memberikan pelatihan dan sertifikasi kepada anggota Internet Service…

Garuda Indonesia (ist)

Senin, 27 Juni 2022 - 17:40 WIB

Rencana Perdamaian Resmi Disahkan, Garuda Indonesia Siap Akselerasikan Pemilihan Kinerja

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (Garuda) memproyeksikan pemulihan kinerja yang lebih cepat sejalan dengan disahkannya persetujuan terhadap rencana perdamaian oleh Majelis Hakim Pengadilan…

Sekretaris Jenderal Kementerian PUPR Mohammad Zainal Fatah

Senin, 27 Juni 2022 - 17:35 WIB

Kementerian PUPR Tingkatkan Kinerja Dukungan Manajemen Dengan Teknologi Informasi

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus mendorong pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi guna mencapai efisiensi yang tinggi dan kualitas produk yang lebih baik,…