INDUSTRY.co.id - Jakarta - Industri properti menjadi salah satu sektor yang terdanpak akibat pandemi Covid-19. Tak heran, jika dalam beberapa tahun kebelakang penjualan sektor properti, dalam hal ini apartemen mengalami kontraksi sangat tajam.
Colliers Indonesia mencatat kinerja penjualan apartemen menurun ditambah fakta tidak ada proyek apartemen baru yang diperkenalkan pada kuartal III tahun ini di wilayah ibu kota.
Senior Associate Director Research Colliers Indonesia Ferry Salanto menjelaskan supply apartemen terpantau naik dari penyelesaian proyek-proyek sebelumnya. Akan tetapi dari produk baru belum ada yang diperkenalkan pengembang.
"Penyerapan apartemen sampai September 2021 masih jauh dari harapan. Sampai kuartal III-2021 itu angkanya belum ada setengahnya dari tahun 2020," katanya dalam diskusi virtual, Rabu (6/10/2021).
Dijelaskan Ferry, penjualan apartemen dari awal tahun 2020 sampai semester I belum bermasalah. Menurutnya, masalah mulai muncul pada semester II-2021, dimana penjualan mulai mengalami penurunan.
"Di periode inilah kasus Covid-19 melesat sehingga memicu pembatasan mobilitas yang memicu penjualan pada tahun 2020 hanya separuh dari penjualan di 2019," terangnya.
Tahun ini, tambah Ferry, kasus Covid-19 juga mengalami kenaikan, sehingga kunjungan ke galeri atau show unit apartemen berkurang.
Menurutnya, kunjungan sangat signifikan mempengaruhi penjualan karena pembeli bisa melihat secara langsung wujud fisik.
"Makanya penjualan tidak terlalu menggembirakan. Jumlahnya hanya di bawah 1.000 unit saja selama tiga kuartal tahun 2021," ujarnya.
Begitu juga okupansi penyewa apartemen di Jakarta hanya sekitar 52%, di bawah rata-rata tahun lalu yang berada di kisaran 60%.
"Ini penurunan signifikan. Bisa kita gambarkan investasi orang di apartemen menurun. kalau digunakan untuk investasi maka ekspektasi yield-nya turun, imbasnya harga sewa juga turun khususnya wilayah CBD," ujarnya.
Namun demikian, penjualan rumah lebih baik dibandingkan apartemen. Sebab, banyak unit apartemen yang tidak bisa memanfaatkan insentif PPn lantaran tidak dalam kondisi ready stock.
"Kebanyakan penjualan apartemen ini kebanyakan konsep. Jadi banyak proyek yang masih dalam konstruksi sehingga pembeli tidak bisa melihat unitnya secara riil. Sementara rumah itu kebanyakan yang dibeli ready stock sehingga bisa memanfaatkan relaksasi PPn," katanya.