INDUSTRY.co.id - Jakarta - Pada umumnya, anak-anak tidak suka sayuran. Ini adalah salah satu masalah pelik bagi setiap orang tua dalam memenuhi kebutuhan pangan untuk menjaga kesehatan anak-anaknya. Padahal, gizi yang dikandung sayuran sangat penting untuk mendukung pertumbuhan anak-anak di hari depan.

Dengan melihat permasalahan tersebut, Bakwan Bayam Kobe dapat menjadi solusi agar si kecil mulai menyukai sayuran. Cara menghidangkan Bakwan Bayam Kobe yang terbuat dari Kobe Tepung Bakwan Kress tersebut cukup mudah. Sayur bayam yang telah dipotong-potong dicampurkan dengan Kobe Tepung Bakwan Kress dan air. Hasilnya adalah menu bakwan bayam yang kress, nikmat dan gurih berbumbu. Dengan memperkenalkan sayur bayam dalam bentuk yang menarik dan rasa yang enak, anak-anak bisa menjadi lebih mudah menerima sayuran dalam bentuk-bentuk hidangan lain.

Kobe Tepung Bakwan Kress yang diproduksi oleh PT Kobe Boga Utama tersebut adalah tepung yang digunakan untuk mengemas aneka sayuran secara praktis menjadi hidangan yang mudah dinikmati dan lezat. Kreasi bakwan unik lainnya termasuk bakwan sawi hijau, bakwan kangkung, sawi putih, daun singkong, katuk, hingga pakchoy.

Kobe Tepung Bakwan Kress dibuat dari rempah-rempah asli pilihan dan bumbu yang lengkap. Kobe Tepung Bakwan Kress menghasilkan bakwan yang kress diluar, lembut di dalam, dan pas berbumbu. Kobe Tepung Bakwan Kress dapat dibeli di Minimarket, Supermarket, Pasar Tradisional terdekat, atau E-Commerce Shopee/Tokopedia Kobe Official Store.

Mengkonsumsi sayuran setiap hari adalah salah satu cara untuk memenuhi gizi seimbang. Sebagai sumber vitamin, mineral, dan serat yang bermanfaat untuk tubuh, tentunya sayuran tidak boleh ketinggalan dalam menu hidangan sehari-hari. Sayangnya tak semua orang suka makan sayur, terutama anak-anak yang sulit makan sayur sehingga menjadi problematika bagi para Ibu dalam mengolah sayur.

Untuk megatasi hal tersebut, berikut beberapa tips mendorong anak mau mengkonsumsi sayuran.

 

1. Beli Sayuran yang Masih Segar dan Langsung Diolah

Sayuran, semakin segar akan semakin lezat rasanya. Karena itu, penting bagi orang tua untuk selalu memastikan kesegaran sayuran sebelum diolah. Menyimpan sayuran di kulkas dalam waktu lama, bisa mengurangi kesegarannya. Sayuran yang tidak segar akan terlihat kurang menarik dan semakin membuat anak tidak berselera menyantapnya.

 

2. Tambahkan Perasan Jeruk Nipis untuk Sayuran Pahit

Seperti diketahui, bagi anak-anak, sayuran mungkin terasa agak pahit atau karena lidah mereka masih sensitif. Karena itu, menolak sayuran seperti sudah menjadi insting mereka. Penambahan ¼ sendok teh perasan jeruk nipis pada tumisan sayur akan mengurangi rasa pahit dan memberikan rasa yang lebih seimbang.

 

3. Cari Sayuran yang Disukai Anak dan Sajikan Bergantian

Sebagai orang tua, kita harus cermat memperhatikan sayuran mana yang menjadi kesukaan anak. Sajikan berbagai olahan sayuran secara bergantian setiap hari agar anak tidak bosan, dan memperkenalkan anak secara bertahap pada sayuran baru.

 

4. Jangan menyerah untuk tetap mengajak anak makan sayur

Walaupun anak sudah pernah menolak makan sayur tertentu, tetaplah konsisten menawarkan sayuran untuk dicoba anak.

 

5. Kreasi Penyajian Sayuran dengan Menarik

Kreatifitas orangtua dituntut lebih agar dapat membuat sayuran menjadi makanan menarik untuk anak, mulai dari bentuk potongannya, hingga cara memasak yang variatif. Sayuran bisa juga ditambahkan kedalam kreasi lain, tetapi kuncinya sayur masih harus terlihat warna dan teksturnya. Tujuannya agar anak tetap mengenali sayuran di dalam hidangan yang disajikan  dan menyadari bahwa sayuran bisa dinikmati dalam berbagai bentuk. (Abraham Sihombing)