INDUSTRY.co.id - Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diprediksi bakal melanjutkan tren kenaikan menuju titik resistensi psikologis di posisi 5.800 pada perdagangan Senin (29/05/2017) setelah ditutup naik ke level 5.716 pada akhir pekan lalu.
“Kendati dikhawatirkan muncul sentimen negatif akibat dari ledakan bom di Kampung Melayu, Jakarta Timur, pada Rabu (24/05/2017) malam dan volatilitas bursa regional, namun aksi jual yang dilakukan oleh sebagian pelaku pasar pada Jumat (26/05/2017) masih belum mampu menurunkan IHSG lebih lanjut,” papar Yuganur Wijanarko, analis PT KGI Sekuritas Indonesia, Senin (29/05/2017).
Karena itu, demikian Yuganur, para pelaku pasar hingga kini masih direkomendasikan untuk mengakumulasi saham-saham berkapitalisasi besar (big capitalization) dan saham-saham lapis kedua (secondliners) pilihan untuk mendorong kenaikan IHSG selanjutnya guna mencapai titik resistensi psikologis di posisi 5.800.
Yuganur juga mengemukakan, dengan adanya peluang kenaikan lanjutan pada perdagangan hari ini, maka para pelaku pasar dapat mengakumulasi saham-saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI).
BMRI, PGAS dan BSDE secara teknikal pada saat ini sedang mengalami pola perbaikan tren harga untuk jangka panjang dan menengah. Kondisi tersebut membuat BMRI menjadi menarik diakumulasi dan harganya diperkirakan dapat menembus kisaran Rp13.250-13.750 per unit.
PGAS dan BSDE juga mengalami kondisi yang sama dengan BMRI dimana masing-masing sahaam tersebut diperkirakan akan menembus harga pada kisaran Rp2.650-2.750 per unit dan Rp1.950 per unit.
Sementara itu, penurunan harga komoditas di pasar global ke titik terendah dalam 10 tahun terakhir ini ditambah dengan valuasi sektor pertambangan yang sudah cukup murah akan membuat BUMI menjadi menarik untuk diakumulasi untuk jangka menengah. Harga saham produsen batu bara grup Bakrie ini diperkirakan bakal menembus rentang harga Rp380-400 per unit. (Abraham Sihombing)