INDUSTRY.co.id - Jakarta- Selain sukses dalam menyelenggarakan Investor Gathering, di tahun ini Hutama Karya kembali berhasil mempertahankan rating investment grade dari Moody’s yang merupakan suatu lembaga pemeringkat internasional. Moody’s kembali memberikan peringkat Baa3 untuk Long- Term Foreign-Currency Issuer Rating dengan menetapkan prospek stabil kepada perusahaan.

Advertisement

Sebagai obligor yang terkait dengan pemerintah (government-related issuer), peringkat yang disandang  uplift dari Moody's.

Peringkat ini mencerminkan dukungan yang sangat kuat dariPemerintah Indonesia terhadap Perseroan.

Advertisement

Direktur Utama Hutama Karya Budi Harto menyatakan bahwa di tahun ini merupakan kali kedua Hutama Karya berhasil mempertahankan Investment Grade dari lembaga pemeringkat terkemuka setelah sebelumnya perusahaan juga berhasil mempertahankan Investment Grade dari Fitch Ratings.

“Rating yang diraih Hutama Karya ini merupakan rating tertinggi diantara BUMN Karya. Kami percaya capaian ini mampu menjadi sentimen positif terhadap prospek pembangunan infrastruktur di Indonesia dan meningkatkan kepercayaan investor kepada Hutama Karya kedepannya,” tambahBudi.

Advertisement

Sepanjang tahun 2020 ditengah pandemi Covid-19 Hutama Karya tetap melanjutkan penugasan pemerintah untuk membangun JTTS, selaras dengan dukungan pemerintah kepada perusahaan melalui PMN, jaminan pemerintah dan dukungan konstruksi.

“Dari sisi keuangan kami mampu mempertahankan margin EBITDA yang solid disertai dengan ketersediaan kas dan setara kas yang positif. Perusahaan juga dapat memenuhi seluruh kewajiban yang telah jatuh tempo serta mendapat dukungan dari lembaga keuangan dan non keuangan nasional melalui fasilitas Cash Defisiency Support (CDS) yang menjamin ketersediankas untuk mendukung pengoperasian JTTS,” tutup Budi Harto, Direktur Utama Hutama Karya.

Advertisement

Hingga saat ini, Hutama Karya telah membangun Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) sepanjang ±1.065 Km dengan 534 Km ruas konstruksi dan 531 ruas operasi. Adapun ruas yang telah beroperasi secara penuh yakni Tol Bakauheni – Terbanggi Besar (141 Km), Tol Terbanggi Besar – Pematang Panggang – Kayu Agung (189 Km), Tol Palembang – Indralaya (22 Km), Tol Medan Binjai (17 Km), Tol Pekanbaru – Dumai (132 Km), Tol Sigli – Banda Aceh seksi 3 Jantho – Indrapuri (16 Km) dan seksi 4 Indrapuri – Blang Bintang (14 Km).

Disamping itu, perusahaan juga tengah menggarap konstruksi di 8 (delapan) ruas JTTS diantaranya Tol Sigli – Banda Aceh (60 Km) dengan total progres konstruksi mencapai 69%, Tol Pekanbaru – Bangkinang (40 Km) dengan progress konstruksi 65% Tol Pekanbaru - Pangkalan (83 Km) dengan progres konstruksi mencapai 43%, Tol Padang – Sicincin (36 Km) dengan progress konstruksi mencapai 40%, Tol Bengkulu – Taba Penanjung (18 Km) dengan progres konstruksi 85%, Tol Sp. Indralaya – Muara Enim (119 Km) dengan progres konstruksi 35%, Tol Binjai – Langsa seksi Binjai – Pangkalan Brandan (58 Km) dengan progres konstruksi 37%, Tol Kuala Tanjung – Tebing Tinggi – Parapat (143 Km) dengan progres konstruksi 61% dan Tol Kisaran – Indrapura (48 Km) dengan progres konstruksi 25%. Terkait ruas-ruas yang dapat dioperasikan dalam waktu dekat, perusahaan sepenuhnya mengikuti arahan regulator. Diharapkan dengan bertambahnya ruas yang beroperasi dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia khususnya di Sumatra.

Bagi Perusahaan, sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang saat ini tengah ditugaskan Pemerintah membangun JTTS, Hutama Karya juga beralih menjadi Badan Usaha Jalan Tol (BUJT), dimana Penyertaan Modal Negara (PMN) yang diterima oleh Perusahaan diharapkan dapat meningkatkan struktur permodalan yang lebih kuat dalam melakukan pengusahaan jalan tol.

Bagi Masyarakat, keberadaan Jalan Tol Trans Sumatera tidak hanya mampu mempersingkat jarak tempuh antar daerah di Sumatra, namun mampu menurunkan biaya transportasi barang dan/atau manusia rata-rata sebesar 24,22% hingga mampu menyerap tenaga kerja selama masa konsesi di sepanjang JTTS.

Seperti disampaikan oleh Presiden Joko Widodo dalam akun media sosialnya, “Pembangunan infrastruktur menjadi salah satu strategi yang memberikan daya ungkit bagi percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional. Jalan Tol Trans Sumatera akan memangkas waktu tempuh daerah, memperlancar arus barang dan menghidupkan titik-titikperekonomian baru di sepanjang Pulau Sumatra. Pembangunan dan pengoperasiannya juga menyerap ratusan ribu tenaga kerja,” tutur Jokowi Presiden Republik Indonesia.

Hingga semester 1 tahun 2021, perusahaan berhasil mencatatkan perolehan kontrak baru sebesar Rp 6,27 Tn. Sebagian besar perolehan kontrak baru disumbang oleh jenis pekerjaan pada proyek Jalan dan Jembatan, EPC, serta Prasarana Perhubungan.

Adapun terkait target komposisi kontrak baru, Hutama Karya memastikan realisasi ini masih sesuai dengan rencana tahunan yang telah ditetapkan untuk tahun 2021.

Sepanjang tahun ini, perusahaan masih fokus untuk menyelesaikan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera tahap I serta proyek – poyek strategis nasional lainnya. Sejalan dengan penunjukan Hutama Karya menjadi champion khususnya di segmen road & related buildings, kedepannya Hutama Karya akan banyak menggarap flagship project di bidang road & related building.