Dahsyat! Menperin Agus Beberkan MVA Indonesia Tembus USD281 Miliar, Terbesar di ASEAN! Malaysia Dkk Terpaksa 'Nangis Bombay'

Oleh : Ridwan | Senin, 13 September 2021 - 09:50 WIB

Menperin Agus Gumiwang dan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto
Menperin Agus Gumiwang dan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Menteri Perindusterian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan bahwa sebagai ekonomi terbesar di Asia Tenggara, Indonesia terus meningkatkan nilai tambah manufakturnya (Manufacturing Value Added/MVA) untuk basis produksi manufaktur menjadi yang terbesar di kawasan.

"Dengan MVA mencapai USD281 Miliar, Indonesia telah unggul dibanding negara-negara ASEAN lainnya, Indonesia juga telah mampu menggeser ekonominya menjadi manufactured based," ujar Menperin Agus saat dihubungi redaksi INDUSTRY.co.id pada Senin (13/9/2021).

"Berbagai langkah dilakukan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) untuk meningkatkan nilai tambah di sektor industri, antara lain mendorong hilirisasi, substitusi impor, dan menjadikan industri di Tanah Air sebagai bagian rantai pasok global," tandas Menperin.

Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Perindusterian Febri mrnambahkan peningkatan nilai tambah industri ini dapat menciptakan multiplier effect, antara lain penyerapan tenaga kerja, devisa ekspor, serta meningkatkan kontribusi terhadap pajak dan cukai.

Terlebih lagi Indonesia dikenal memiliki keunggulan komparatif, yakni sumber daya alam (SDA) yang cukup tersedia, juga potensi sumber daya manusia (SDM) berusia produktif yang terampil, sehingga mampu meningkatkan daya saing produksi dalam negeri.

"Kekuatan ekonomi Indonesia terletak pada pasar domestik yang besar, dengan tetap berorientasi ekspor. Ini yang membedakan dengan negara lain di ASEAN, seperti Singapura atau Vietnam," ujar Febri.

Untuk diketahui, dengan skala ekonomi yang lebih besar, serta jenis industri yang lebih beragam, MVA Indonesia lebih unggul dibanding negara ASEAN lainnya, seperti Thailand (USD1,23 Miliar), Malaysia (USD81,19 Juta), atau Vietnam (USD41,7 Juta).

"Apalagi, di antara negara-negara di ASEAN, Indonesia merupakan satu-satunya yang masuk dalam G20. Ini menandakan Indonesia telah menjadi salah satu ekonomi terbesar di dunia," kata Febri. 

Pada 2022, Indonesia akan menjadi Presiden G20 sekaligus tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20. Dalam presidensi G20 tahun 2022, isu prioritas bidang industri yang diangkat adalah akselerasi industri 4.0 untuk industrialisasi yang inklusif dan berkelanjutan.

"Hal ini juga untuk mendukung pemulihan ekonomi global akibat pandemi," tutup Febri.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Menparekraf Sandiaga Uno

Rabu, 22 September 2021 - 15:15 WIB

Luar Biasa! Bangun Pariwisata Indonesia, Sandiaga Uno Sukses Datangkan Investasi Capai Rp6,9 Triliun

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno, memastikan investasi masih tetap mengalir ke sektor pariwisata.

Kejahatan Siber (Foto Dok Jatim Times)

Rabu, 22 September 2021 - 15:05 WIB

Ancaman Kejahatan Siber dan Perlindungan Korbannya di UU ITE

Kejahatan siber yang menargetkan komputer, internet, jaringan, dan teknologi merupakan segala kejahatan yang dilakukan dengan menggunakan sarana, sistem dan jaringan komputer seperti perdagangan…

Tanaman jagung

Rabu, 22 September 2021 - 15:01 WIB

Stok Jagung Ada, Segera Perbaiki Tata Kelola Perdagangan dan Jalur Distribusi

Direktur Rumah Ekonomi Rakyat Taufik Amrullah mendukung penuh upaya pemerintah dalam melakukan pemulihan ekonomi nasional termasuk yang dilakukan oleh Kementerian Pertanian dalam menjaga produksi…

PT Pupuk Kaltim

Rabu, 22 September 2021 - 15:00 WIB

15 Tim Inovasi Pupuk Kaltim Raih Predikat Terbaik APQO 2021

Pupuk Kaltim merupakan salah satu dari 12 perusahaan perwakilan Indonesia, yang berkompetisi dengan 57 tim dari berbagai negara di Asia Pasifik. Setiap tim mempresentasikan berbagai terobosan…

CMO Ninja Xpress Andi Djoewarsa.

Rabu, 22 September 2021 - 14:30 WIB

Menjadi UKM Lean, Agile, dan Kreatif dengan Memanfaatkan Stay-at-Home Economy di Program Aksilerasi III

Berdasarkan data yang terbitkan Kemenkop UMK Republik Indonesia April 2021 lalu, ada lebih dari 64 juta UKM di Indonesia, yang berkontribusi 14% terhadap total ekspor non migas, 60% total investasi,…