INDUSTRY.co.id - Saat kunjungan ke Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Cirebon, Jawa Barat, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan produk-produk ekonomi kreatif di Cirebon sudah memiliki kualitas yang baik, untuk itu agar lebih memiliki daya saing, Kemenparekraf akan membantu dari segi pendampingan dan pemasaran.
Maka, melalui Kemenparekraf pun berkolaborasi dengan PNM Cirebon untuk memudahkan para pelaku ekonomi mendapat akses pemasaran bagi para pelaku usaha ekonomi kreatif agar meningkatkan daya saing produk-produk ekrafnya.
"Tentunya produk-produk ekonomi kreatif di sini perlu disinergikan dengan pemasaran agar lebih memiliki daya saing. Seperti melalui Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) selain itu kami juga mendorong baik dari akses keuangan, pendampingan, pemasaran, dan juga desa wisata, kedepan kita ingin menjadi mitra bagi PNM," katanya melalui siaran pers yang diterima Industry.co.id.
Sandiaga juga menjelaskan, Nasabah PNM yang saat ini mencapai 10,7 juta itu mampu menjadi ekosistem untuk membangkitkan perekonomian bangsa sehingga mampu membuka lapangan pekerjaan yang seluas-luasnya.
"Ada 190 ribu nasabah mekaar dan ulam yang nilainya hampir Rp500 miliar yang ada di sini. Rata-rata bisnis mereka mengalami penurunan lantaran PPKM ini. Sebagian sudah bisa beradaptasi dengan teknologi, sebagiannya lagi perlu diberikan pendampingan sehingga produk-produk kreatif ini bisa menjadi produk unggulan," katanya.
PNM sendiri memberikan akses permodalan bagi nasabah mekaar dari Rp2,5 juta - Rp10 juta, kemudian bagi nasabah Ulam Rp25 juta - Rp250 juta. Akses permodalan itu diberikan bagi nasabah tanpa ada agunan yang diberikan ke PNM.
"Di sinilah kolaborasi kami dengan PNM, agar 190 ribu nasabah lebih baik menjadi nasabah ulam. setelah menjadi nasabah ulam mereka bisa membuka lapangan kerja seluas-luasnya," ujarnya.