INDUSTRY.co.id - Jakarta – Yayasan Kemanusiaan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Yayasan  Kemanusiaan Kadin) menerima bantuan dari Suntory Garuda Beverage (SGB) sebuah perusahaan minuman dalam kemasan terkemuka hasil joint venture Suntory Jepang dan PT Garudafood Putra Putri Jaya (PT GPPJ).

Advertisement

Bantuan SGB ini merupakan bagian dari program gotong royong Kadin Indonesia bagi penanganan pandemi. 

Bantuan senilai Rp500  juta diserahkan perwakilan SGB  melalui Yayasan Kemanusiaan Kadin di Menara Kadin Indonesia, belum lama ini.

Advertisement

Bantuan ini diprioritaskan untuk disalurkan bagi percepatan vaksinasi melalui Program Mobil Vaksin atau Vaksin Keliling yang dicanangkan untuk 34 provinsi di  Indonesia, serta akan dilaksanakan secara masif, baik  untuk masyarakat umum maupun pelajar.

"Semua pengusaha adalah pejuang. Kita menghadapi  beberapa pertempuran seperti vaksinasi, ketersediaan rumah sakit, oksigen, perlengkapan medis, dan lainnya," ujar Ketum Kadin Arsjad Rasjid seperti dikutip redaksi INDUSTRY.co.id pada Senin (7/9/2021).

Advertisement

Menurut Arsjad, donasi ini merupakan bentuk solidaritas dan kepedulian kalangan usaha bagi masyarakat yang terdampak pandemi.

Donasi ini juga memperkuat apa yang telah dilakukan Pemerintah Indonesia. Meski sektor usaha juga tengah berupaya bertahan dari imbas pandemi.

Advertisement

"Saya mengundang semua komponen bisnis untuk  bersatu, tetap memelihara kepedulian kepada sesama,  dan bekerja bersama untuk memenangkan perang melawan pandemi," tukas Arsjad.

Yayasan Kemanusiaan Kadin sendiri sangat mengapresiasi bantuan yang diberikan SGB untuk penanganan pandemi di Indonesia.

“Bantuan dari SGB sangat berarti untuk mendukung perluasan vaksinasi, sehingga kita dapat terus memberikan  pelayanan yang optimal dan mempercepat terbentuknya kekebalan kelompok,” kata Yukki Nugrahawan Hanafi, Wakil  Ketua Umum Bidang Organisasi, Hukum, dan Komunikasi Kadin Indonesia

Untuk diketahui, Layanan Mobil Vaksin atau Vaksin Keliling ini adalah program jemput bola yang dicanangkan oleh Yayasan Kemanusian Kadin Indonesia bersama Pemerintah untuk menjangkau 5.000 akseptor untuk 2x dosis.

Layanan ini menargetkan total 10.000 dosis di setiap  provinsi dengan jangkauan total 340.000 dosis untuk  34  provinsi di Indonesia.

"Disetiap pelaksanaan penyaluran bantuan-pun akan  dilaporkan secara berkala dan transparan kepada para  pendukung yang berpartisipasi dalam upaya bersama ini," tandas Yukki.

Sementara itu, Ong Yuh Hwang, Chief Executive Officer SGB mengatakan bahwa pihaknya sangat mengapresiasi upaya Pemerintah dalam menangani  pandemi COVID19.

"Kami juga berterima kasih kepada Yayasan Kemanusiaan Kadin yang memberi kesempatan kepada SGB untuk turut  berkontribusi dalam  perluasan vaksinasi di Indonesia," ujarmya.

Menurutnya, lonjakan kasus COVID-19 di Indonesia telah menyebabkan animo tinggi dari masyarakat untuk  mendapatkan vaksin.

Hal ini juga berkat upaya edukasi konsisten dari Pemerintah dalam melindungi masyarakatnya.

"Karena itu, kami berharap dukungan SGB untuk Vaksin  Keliling ini dapat turut membantu Pemerintah dalam mengejar target vaksinasi dan kita dapat  memberikan vaksinasi bagi sebanyak mungkin masyarakat  Indonesia, khususnya bagi  mereka yang punya kendala mobilitas diharapkan nanti bisa mendapatkan vaksinasi dengan cepat," jelas Ong Yuh Hwang.

Hal senada juga diungkapkan oleh Asep Susilo, Chief of Human Capital and Corporate Affairs SGB. Dirinya optimistis Indonesia bisa melewati masa-masa sulit ini.

"Jika kita semua terus bekerja sama, bahu membahu dan berkolaborasi memerangi wabah maka kita bisa melewati masa sulit pandemi ini," ujarnya.

"Hal ini juga selaras dengan visi Suntory Group yaitu  Bertumbuh untuk Kebaikan (Growing  for  Good). Kami selalu bercita-cita untuk tumbuh menjadi perusahaan yang selalu memberikan manfaat baik bagi komunitas," pungkasnya.

SGB sendiri, sejak pandemi dimulai pada 2020 telah  bekerja sama dengan sejumlah lembaga kemanusiaan di  Indonesia termasuk Palang Merah Indonesia (PMI) dan  Junior Doctors Network – Ikatan Dokter Indonesia (IDI JDN) untuk menyalurkan paket bantuan Alat Pelindung Diri (APD) kepada 22 rumah sakit di 12 daerah di Indonesia.

APD tersebut berupa masker, hand sanitizer serta suplemen bagi karyawan, tenaga kesehatan, relawan, serta  pedagang kecil yang terdampak.