INDUSTRY.co.id - PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) memproyeksikan produksi gula sepanjang tahun ini turun sekitar 1,5% atau menjadi 316.000 ton canes per day (TCD) dari target awal 320.000 TCD.

Direktur Utama Didiek Prasetyo mengatakan, kondisi pada tahun 2016 ini dirasa berat akibat curah hujan yang meningkat, sehingga rendemen menjadi turun.

“Tahun depan, rencana tanam akan meningkat menjadi 57.000 hektar dengan produksi sebanyak 320.000 TCD. 57.000 hektar ini sudah termasuk tebu milik rakyat,” ujarnya saat ditemui di kantor Perum Perhutani, Jakarta, Rabu (26/10)..

Saat ini, RNI memiliki tujuh pabrik gula yang tersebar di pulau Jawa dengan total kapasitas produksi 30.000 TCD. RNI menargetkan dapat menanam tebu di lahan seluas 55.000 hektar sepanjang 2016.

“Target produksi tebu membaik pada tahun depan karena seiring dengan tebang tebu di musim kemarau. Oleh sebab itu, perseroan mencanangkan meningkatkan target produksinya menjadi 350.000 TCD.” kata Didiek.

“Dengan harapan, kita nanam tebu tahun ini ditengah musim hujan dan pada saat tebang, bagus karena musim kemarau. Total produksi 350.000 TCD ini milik perseroan dan rakyat,” ungkapnya.

Meskipun demikian, perseroan masih terus memantau perkembangan yang terjadi di lapangan mengingat Kementerian BUMN berencana melakukan regrouping pabrik gula milik BUMN. Ia menegaskan bahwa salah satu pabrik gula milik RNI akan ditutup.

“Kita pasti kena karena pabrik gula yang di Jatim, seperti Madiun, berdekatan dengan pabrik gula milik PTPN XIV dan X. Yang jelas pabrik gula Sindang Laut dan Karang Suwung akan saya kaji mana yang ditutup karena lahannya tidak cukup,” tegasnya. (Hariyanto/ Imq)