INDUSTRY.co.id - India sudah berhasil melewati gelombang kedua Covid-19. Namun, para ahli menyebutkan bahwa negara tersebut akan mengalami gelombang ketiga Covid-19 yang akan diperkiran puncaknya sekitar Oktober 2021. 

Advertisement

Dalam sebuah laporan baru-baru ini, komite ahli yang dibentuk di bawah Institut Nasional Penanggulangan Bencana (NIDM) yang dibentuk di bawah arahan Kementerian Dalam Negeri memperingati bahwa saat ini anak-anak mungkin juga berisiko sama dengan orang dewasa. 

Komite pun juga meminta kepada pemerintah pusat untuk meningkatkan dorongan inokulasi secara signifikan untuk menjinakkan lonjakan virus Corona yang akan segera terjadi.

Advertisement

"Fasilitas pediatrik, dokter dan peralatan seperti ventilator, ambulans, dan fasilitas lainnya tidak dekat dengan apa yang mungkin diperlukan jika sejumlah besar anak terinfeksi," katanya seperti dilansir dari laman Indiatoday, Kamis (26/8/2021).

Laporan yang diserahkan ke Kantor Perdana Menteri (PMO), mencatat bahwa hanya sekitar 7,6 persen orang yang sepenuhnya divaksinasi. Namun, saat ini tidak ada bukti langsung yang membuktikan anak-anak di India akan lebih terpengaruh dalam gelombang ketiga. 

Advertisement

Akan tetapi, Laporan tersebut mengungkapkan bagaimanapun juga anak-anak tetap bisa menjadi penyebab kekhawatiran karena mereka masih belum divaksinasi. 

"Banyak ahli kesehatan pada awalnya mengemukakan kekhawatiran tentang kemungkinan gelombang ketiga yang mempengaruhi anak-anak lebih buruk daripada orang dewasa. Namun, data ilmiah baru-baru ini menunjukkan sebaliknya," kata laporan itu.

Advertisement

Namun, karena virus terus berkembang ini akan menjadi tantangan besar bagi anak-anak karena mereka tetap tidak divaksinasi. 

"Menurut para ahli kesehatan masyarakat, anak-anak di bawah 18 tahun tetap tidak divaksinasi di India. Juga, fasilitas perawatan kesehatan pediatrik yang ada tidak cukup kuat untuk merawat anak-anak dalam skala besar," jelasnya.

"Laporan Gugus Tugas Covid-19 Komisi India juga menunjukkan bahwa meskipun anak-anak memiliki penyakit yang lebih ringan dan tingkat kematian yang rendah dibandingkan dengan orang dewasa, mereka yang memiliki komorbiditas yang mungkin berisiko lebih tinggi," tukasnya.