INDUSTRY.co.id, Jakarta - Program "Indonesia Incorporated" yang dicanangkan Kementerian Pariwisata untuk terus support dan berkomitmen dalam hal pariwisata di Indonesia, Menteri Pariwisata, Arief Yahya berterima kasih kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI.

Advertisement

Kemeneterian LHK mempunyai banyak Taman Nasioanal yang tersebar diberbagai penjuru Nusantara, dan taman-taman itulah yang merupakan salah satu atraksi wisata alam sesungguhnya.

"Kalau bisa dikembangkan sebagai destinasi khusus wisata ala, itu pasti keren," ujarnya Menpar, Arief Yahya melalui keterangan tertulisnya.

Advertisement

Dengan kekayaan alam yang melimpah, Ia berharap akan lebih diberdayakan untuk pariwisata. Tentunya dengan tidak merusak hutan, malah justru membuat hutan menjadi lestari.

Selain itu, menurut Direktur Pemanfaatan Jasa Lingkungan Hidup dan Konservasi KLHK, Ismugiono, "Melalui wisata alam yang ada di daerah konservasi, Kami turut memberikan kontribusi bagi sektor pariwisata. Kami targetkan akan menyumbang 1,5 juta wisatawan mancanegara," Jakarta, Rabu (24/5/2017)

Advertisement

Ia mengatakan, pariwisata alam merupakan salah satu destinasi wisata unggulan nasional yang didorong oleh Kementerian LHK. Indonesia memiliki banyak potensi ekowisata kelas dunia seperti, Taman Wisata Alam Bromo Tengger, Taman Nasional Komodo, Taman Wisata Alam Kawah Ijen Banyuwangi dan Taman Nasional Tanjung Puting.

"Pemerintah menetapkan 10 Destinasi Prioritas, dan KLHK fokus untuk mengembangkan empat destinasi wisata yaitu Bromo-Tengger, Wakatobi, Komodo, dan Kepulauan Seribu," pungkasnya, Ismugiono.

Advertisement

Sedangkan, menurut Ketua Tim Percepatan Pengembangan Ekowisata Kementerian Pariwisata, David Mekes, "Ekowisata berkontribusi sebanyak 35 persen terhadap pariwisata Indonesia,"

Saat ini, KLHK dan Kemenpar tengah membangun kluster Jatim-Bali yang meliputi Taman Wisata Alam Bromo Tengger, Taman Wisata Alam Kawah Ijen, dan Taman Nasional Bali Barat.