Cahaya Bintang Medan Manfaatkan Platform Digital untuk Kembangkan Jaringan Ritel Modern

Oleh : Abraham Sihombing | Rabu, 18 Agustus 2021 - 20:57 WIB

Berbagai jenis furniture yang diproduksi PT Cahaya Bintang Medan Tbk. (Foto: himki-indonesia.com)
Berbagai jenis furniture yang diproduksi PT Cahaya Bintang Medan Tbk. (Foto: himki-indonesia.com)

INDUSTRY.co.id - Deli Serdang, Sumut - PT Cahaya Bintang Medan Tbk (CBMF), emiten Bursa Efek Indonesia yang memproduksi berbagai produk furniture di Sumatera Utara, berencana memanfaatkan platform digital untuk mengembangkan jaringan ritel modern pada 2021 ini.

Menurut manajemen CBMF dalam siaran pers yang dikutip industry.co.id, Rabu (18/08/2021), langkah tersebut diambil manajemen sebagai solusi untuk menyikapi perubahan dinamika bisnis akibat keterbatasan aktivitas pemasaran sebagai dampak diberlakukannya pembatasan sosial.

Lebih lanjut, menurut siaran pers tersebut, manajemen CBMF akan menerapkan beberapa langkah strategis untuk menerapkan pemasaran secara digital serta melakukan berbagai pengembangan. Langkah-langkah tersebut adalah menerapkan layanan WhatsApp (WA) Center bagi Depo untuk memudahkan komunikasi dan integrasi, serta mengembangkan sosial media Facebook, Instagram dan Linkedln untuk menjalin engangement dengan para pelanggan.

Di samping itu, manajemen CBMF juga akan memanfaatkan teknologi guna memperluas platform perdagangan digital untuk kategori bisnis dan jaringan ritel modern. Manajemen juga akan meningkatkan layanan purna jual dengan garansi perbaikan produk selama 3 bulan.

Seluruh upaya yang bakal dilaksanakan manajemen CBMF tersebut pada 2021 ini merupakan langkah strategis perseroan mengingat Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) memprediksi bahwa industri furniture pada 2021 ini akan kembali normal, sejalan dengan program vaksinasi yang mulai dilaksanakan di berbagai belahan dunia. Menurut HIMKI, pengendalian penyebaran virus dan program vaksinasi menjadi harapan di tengah kondisi yang sangat tidak menentu saat ini.

Karena itu, manajemen CBMF optimistis kinerja usaha perseroan akan membaik secara bertahap seiring dengan pemulihan ekonomi global serta potensi pasar domestik yang cukup tinggi dan peluang tersebut dapat dimanfaatkan sejalan dengan pembangunan perumahan, apartemen dan perkantoran.

Seperti diketahui, pandemi Covid-19 yang telah melanda Indonesia sejak triwulan pertama 2020 telah menekan kinerja usaha berbagai perusahaan di Indonesia, termasuk CBMF. Pada 2020, pendapatan usaha CBMF tertekan drastis 48,18% menjadi Rp79,46 miliar dibandingkan pada tahun sebelumnya sebesar Rp153,33 miliar.

Penurunan tajam pendapatan CBMF ini disebabkan penurunan permintaan produk-produk furniture. Kondisi itu mengakibatkan penurunan tingkat utilisasi mesin-mesin produksi menjadi 55,65%. Hal itu mengakibatkan volume produksi turun menjadi tinggal 193.072 unit pada 2020. Pada 2019, tingkat utilisasi tersebut mencapai 85,98% sehingga volume produksi perseroan dapat mencapai 298.342 unit. Sementara itu, kapasitas produksi seluruh mesin-mesin produksi perseroan hingga kini tercatat sebanyak 347.000 unit.

Penurunan kinerja usaha CBMF pada 2020 tersebut menyebabkan manajemen perseroan tidak dapat mencapai target keuangan yang telah ditetapkan sebelumnya. Itu karena pandemi yang terjadi pada 2020 berdampak negatif secara signifikan terhadap perekonomian dan kegiatan bisnis perseroan.

Di samping itu, penurunan tersebut juga diakibatkan penutupan sementara fasilitas produksi dan pengurangan kegiatan pemasaran akibat pembatasan sosial dalam rangka mendukung pengendalian penyebaran Covid-19, serta penundaan rencana ekspansi usaha ke luar Sumatera sehingga tidak dapat meningkatkan pangsa pasar dan jaringan distribusi yang pada akhirnya berkontribusi positif bagi pendapatan perseroan.

Berbagai tekanan kegiatan ekonomi yang terjadi pada 2020 lalu mengakibatkan laba sebelum pajak (Pretax Profit) perseroan turun secara signifikan sebesar 80,25% menjadi tinggal Rp7,3 miliar dibandingkan realisasi pada 2019 sebesar Rp36,96 miliar. Karena itu, berbagai langkah strategis yang telah diuraikan manajemen CBMF di atas diharapkan dapat memperbaiki kinerja usaha dan kinerja keuangan perseroan pada 2020 ini. (Abraham Sihombing)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Anugerah KIP 2021 Klasifikasi Badan Publik Informatif

Selasa, 26 Oktober 2021 - 22:00 WIB

KemenKopUKM Raih Anugerah KIP 2021 Klasifikasi Badan Publik Informatif

Kementerian Koperasi dan UKM berhasil meraih Anugerah Keterbukaan Informasi Publik (KIP) Tahun 2021 untuk klasifikasi Badan Publik Informatif dengan kategori penilaian tertinggi.

OMAI Stimuno

Selasa, 26 Oktober 2021 - 21:46 WIB

Sukses Pasarkan OMAI Stimuno ke Mancanegara, Dexa Medica Sabet Penghargaan Primaniyarta 2021

Berkontribusi meningkatkan ekspor salah satu produk farmasi Obat Modern Asli Indonesia (OMAI) yakni STIMUNO ke pasar nontradisional, Dexa Group melalui PT Dexa Medica meraih penghargaan Primaniyarta…

Ketua Umum PII Heru Dewanto

Selasa, 26 Oktober 2021 - 21:30 WIB

Persatuan Insinyur Indonesia Bantu 50 Mahasiswa dan Lulusan Program Vokasi Asal Indonesia Bekerja di Hungaria

Persatuan Insinyur Indonesia (PII) bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), membantu 50 orang yang terdiri dari mahasiswa dan lulusan program vokasi asal Indonesia…

Anggota Komisi VII DPR RI Mukhtarudin

Selasa, 26 Oktober 2021 - 20:02 WIB

Legislator Golkar Minta Pemerintah Genjot Vaksinasi Covid-19 di Daerah Luar Jawa-Bali

Anggota Komisi VII DPR RI Mukhtarudin meminta pemerintah mempercepat vaksinasi di luar Jawa-Bali, mengingat sampai saat ini, baru 5 provinsi yang capaian vaksinasinya di atas nasional

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita saat mendampingi Presiden Joko Widodo pada acara peresmian pabrik gula PT Prima Alam Gemilang (PAG) di Bombana, Sulawesi Tenggara

Selasa, 26 Oktober 2021 - 19:45 WIB

Menperin Agus: Industri Manufaktur Sukses Jadi Penopang Utama Ekonomi RI

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan bahwa sektor industri manufaktur Indonesia selama tujuh tahun pemerintahan Joko Widodo tetap memainkan peranan penting…