INDUSTRY.co.id - Jakarta - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. akan fokus pada jenis infrastruktur yang dapat mendukung spesialisasi perseroan. Seperti diketahui, pemerintah menunjuk Wijaya Karya sebagai spesialis komponen konstruksi pada tahun 2021 ini.

Sekretaris Perusahaan WIKA, Mahendra Vijaya mengatakan bahwa target nilai kontrak baru dari proyek infrastruktur pada tahun ini mencapai Rp16,82 triliun pada tahun ini.

Namun demikian, lanjut Mahendra, infrastruktur yang akan Perseroan pilih akan sejalan dengan karakteristik anak perusahaan perseroan.

"Kami memang mengincar proyek-proyek infrastruktur seperti jembatan, bendungan, bandara, pelabuhan dan sebagainya. Jadi, tentunya [kontrak baru yang didapatkan perseroan] akan feeding bisnis ke mereka [anak perusahaan]," ujarnya beberapa waktu lalu.

Mahendra menyampaikan, WIKA memiliki anak usaha industri penunjang untuk hampir semua tipe konstruksi. Perseroan menargetkan untuk mendapatkan kontrak dari proyek infrastruktur hingga Rp10 triliun, sedangkan kontrak dari proyek industri penunjang konstruksi maksimal mencapai Rp4 triliun.

Proyek industri penunjang yang dimaksud adalah memasok komponen-komponen konstruksi seperti beton pracetak, struktur baja, dan industri lainnya.

"Mudah-mudahan, kalau kondisi pandemi ini menurun pada semester II/2021, [industri penunjang konstruksi] akan berproduksi lebih baik," ucapnya.