INDUSTRY.co.id - Jakarta, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melalui jejaring sosial medianya membagikan sebuah kabar gembira dari Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta terkait pencairan dana Bantuan Sosial Tunai (BST), Tahap 5 dan 6 (Mei dan Juni 2021). 

Advertisement

Menurut Gubernur Anies para penerima manfaat sudah bisa melakukan penarikan BST melalui Bank DKI.

"Penyaluran BST Tahap 5 dan 6 pada Senin (19/7). Tercatat sebanyak 1.007.379 KPM (Keluarga Penerima Manfaat) sebagai Penerima BST," sebut Anies seperti dikutip redaksi INDUSTRY.co.id dai akun Facebooknya pada Rabu (21/7/2021).

Advertisement

Untuk diketahui, adapun besaran nilai bantuan BST Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada tahap 5 dan 6 ini ialah Rp.300 ribu (Mei) ditambah Rp.300 ribu (Juni) atau dengan kata lain ditransfer sebesar Rp. 600 ribu.

"Dana BST dicairkan di tanggal 19 Juli 2021. Tarik tunai melalui ATM dan dapat dibelanjakan dimanapun untuk memenuhi kebutuhan dasar," jelas Anies dalam unggahannya.

Advertisement

Kemudian, ditegaskannya bahwa dana BST tahap 5 dan 6 bisa ditarik kapapnpun, setelah hari pencairan atau tidak harus hari Senin kemarin.

"Dana BST akan tetap berada di rekening penerima manfaat. Untuk itu, pengambilan dana bantuan tidak harus mengambil pada hari pencairan. Namun, bisa di hari-hari berikutnya, Sehingga tidak terjadi antrian pengambilan dana di lokasi mesin ATM," jelasnya.

Advertisement

"Jangan lupa selalu terapkan protokol kesehatan saat melakukan penarikan di mesin ATM Bank DKI, ya," tutup Anies.

Meski demikian, Kepala Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta, Premi Lasari mengakui saat ini Dinas Sosial masih melakukan pemadanan sejumlah data penerima BST Pemprov DKI Jakarta dengan data penerima BST Kementerian Sosial RI. 

Sehingga menurutnya untuk sementara BST hanya dilakukan penyalurannya kepada 907.616 KPM. 

Sementara dilakukan top up kepada 907.616 KPM. Jika pemadanan data sudah selesai, selebihnya akan dicairkan minggu depan," ujarnya.

"Kami mohon bersabar atas adanya pemadanan ini. Tapi jika memang terdapat duplikasi dengan data penerima BST Kemensos RI, penerima bantuan tersebut akan secara otomatis tereliminasi. Sehingga tidak bisa dicairkan, BST dari APBD DKI karena sudah tercover oleh BST Pemerintah Pusat", tutupnya. 

Sementara itu, terkait BST ini, Pemprov DKI Jakarta juga menyediakan BSTC Call Center bagi masyarakat mencari informasi, yakni Dinas Sosial: 021 226 848 24 atau Bank DKI: 1500 351. Selain itu, daftar penerima bansos tunai Jakarta dapat dilihat di website: corona.jakarta.go.id

Hingga berita ini dibuat, unggahan Anies tersebut telah menuai banjir apresiasi dari masyarakat.

"Alhamdulillah makasih bapak gubernur Anies Baswedan...," ucap Nur Erviyana.

"Alhamdulillah,  ibu sy udah terima , terimakasih.," ujar M Maulana.

"Alhamdulillah kluarga sy dpt rejeki bansos n lancar sampe skarang," tulis Eric Suseno.

"Pemimpin amanah..," imbuh Endang Setiawan.

"Pantes atm dki ramai..mantap," debut Uchica Bazuki.

Namun, ada pula sejumlah masyarakat/warganet yang mengaku tidak mendapat BST tersebut.

"Pak sya mau tanya knpa ya bst ga semuanya kluar,,  atm saya dan masi ada beberapa org yang masi 0," ungkap Siti Nurhayati.

"Mana yang lain dapet saya gak padaha l bulan April dapet bagei mn ini lengkap sudah penderitaan," tukas Ari Yanto.

"Ya Allah pak anis,saya uda ngantri segitu lamanya gak tahunya zonk,lemes saya mana dirumah bocil ngarep minta buat paketan," tandas Mae Guntur.