INDUSTRY.co.id - Tahun depan, pemerintah Maldives memberlakukan pajak keberangkatan bagi setiap wisatawan yang meninggalkan pulau tersebut, kebijakan ini berlaku mulai 1 Januari 2022.
Dilansir dari laman Travel and Leisure, pada Minggu (18/7/2021), Presiden Maladewa Ibrahim Mohamed Solih meratifikasi amandemen baru undang-undang Pajak dan Biaya Bandara negara itu, yang memberlakukan pajak keberangkatan bagi setiap wisatawan yang meninggalkan Maladives mulai 1 Januari 2022.
Pajak keberangkatan tidak hanya untuk wisatawan, tetapi untuk penduduk setempat juga dan berlaku untuk bandara mana pun di negara tersebut. Saat ini, ada Biaya Layanan Bandara (ASC) di Maldoves, yang akan tetap berlaku hingga 31 Desember 2021, dan akan digantikan oleh kebijakan biaya baru ini.
Menurut Raajje, outlet berita di Maladewa, biaya keberangkatan berlaku untuk setiap penumpang yang meninggalkan negara itu dan akan dibuat dalam dolar Amerika Serikat. Jadwal biaya tergantung pada tempat tinggal penumpang dan kelas yang mereka terbangkan.
Penduduk Maldives hanya perlu membayar $ 12 USD atau sekitar Rp174 ribu, selama mereka bepergian di kelas ekonomi. Sementara itu, non-penduduk harus membayar $ 30 USD sekitar Rp436 ribu untuk kelas ekonomi.
Untuk kelas bisnis, biayanya naik menjadi $ 60, untuk penduduk lokal Dan wisatawan Maladewa. Biaya kelas satu naik hingga $ 90 untuk semua penumpang, terlepas dari tempat tinggal. Biayanya adalah $ 120 USD bagi mereka yang terbang dengan jet sewaan pribadi, menurut Raajje. Maskapai penerbangan akan bertanggung jawab untuk mengumpulkan biaya ini.
Sementara, menurut pernyataan dari Kantor Presiden, pajak baru akan dibebaskan untuk penumpang dengan kekebalan diplomatik dan anak-anak di bawah usia dua tahun.
Selain itu, penumpang yang terbang keluar dari Bandara Internasional Velana (MLE), pusat utama negara Maldives, perlu membayar Biaya Pengembangan Bandara $ 25 atau sekitar Rp363 ribu selain pajak keberangkatan baru.
Meskipun mungkin tidak tampak seperti banyak, penting untuk diingat ketika memesan liburan ke Maldives di tahun depan.