INDUSTRY.co.id - Jakarta - Program circular economy atau ekonomi berkelanjutan tidak akan terwujud tanpa campur tangan dari semua pihak, tak terkecuali insan pers.

Advertisement

Selain memiliki peran dalam memberitakan hal-hal positif pada circular economy, insan pers juga berfungsi sebagai kontrol sosial dan edukasi.

Hal tersebut disampaikan Peminat Isu Circular Economy sekaligus Jurnalis Senior Abdul Manan dalam diskusi menyangkut peran pers dalam mendukung ekonomi berkelanjutan yang diselenggarakan Danone Indonesia di Jakarta, (15/7/2021).

Advertisement

Menurut Abdul, kontribusi insan pers tertuang dalam bentuk inisiatif mencari solusi termasuk soal sampah. "Inisiatif itu bisa dari dunia usaha dan juga pemerintah melalui regulasi," terangnya.

Dijelaskan Abdul, fakta terburuk dari sebuah fenomena sampah plastik memiliki dua fungsi. Pertama, dapat menimbulkan shock therapy.

Advertisement

"Kedua, dapat menimbulkan rasa takut yang juga menjadi sebuah peringatan," ungkap Abdul.

Untuk itu, lanjutnya, sebaiknya tema yang diangkat yaitu mengenai bagaimana cara orang mengumpulkan sampah plastik untuk menjadi bahan baku daur ulang, bukan mengangkat fakta yang buruk.

Advertisement

"Angkatlah juga sisi positifnya," paparnya.

Adapun sisi positif yang menarik untuk diangkat dalam pemberitaan yaitu saat seseorang atau kelompok mengais kehidupan dari sampah plastik dan melihat ini sebagai peluang bisnis.

"Pemberitaan positif juga bisa dengan mengangkat stakeholder yang berperan dalam siklus sampah plastik, seperti dunia usaha, pemerintah dan masyarakat," tutup Abdul.

Ia mengajak semua pihak untuk bergerak mengangkat sisi-sisi positif mengenai sampah plastik agar program circular economy berjalan dengan baik dan sukses demi bumi kembali hijau.