INDUSTRY.co.id - Belum genap seminggu, karena daerah Manali menjadi trending di media sosial karena dipadati wisatawan, netizen kini terkejut pemberitaan di media sosial ramai kembali karena banyak wisatawan sedang mandi di bawah air terjun Kempty di Mussoori, Lakhwad, India.

Advertisement

Wisatawan berbondong-bondong datang ke Mussoorie dan Nainital, dua tempat liburan paling populer di Uttarakhand, begitu pembatasan Covid-19 dicabut, dalam situasi yang sangat identik dengan Himachal Pradesh. Orang-orang berbondong-bondong ke perbukitan untuk melarikan diri dari panasnya dataran, yang mengakibatkan pengunjung hotel membeludak dan antrean panjang mobil di jalanan.

Sementara itu, pada hari Rabu, video ratusan pengunjung yang mandi di Air Terjun Kempty Mussoorie muncul di internet dan dengan cepat menjadi viral di media sosial. Mereka datang dan berkumpul memadati tempat wisata tersebut tanpa mengenakan masker dan tidak ada pembatasan jarak sosial. 

Advertisement

Dilansir dari laman news.abplive, Jumat (9/7/2021) dalam unggahan dari akun Twitter @desimojito, ia memposting sebuah video pendek di Twitter berdurasi 33 detik. Dalam video tersebut, banyak wisatawan yang sedang mandi di bawah air terjun tersebut. Terlihat juga ada banyak orang dewasa hingga anak-anak pun juga turut meramaikan destinasi tersebut.

Ketika video itu menjadi viral, banyak para netizen yang sangat marah karena tidak ada peraturan protokol kesehatan di sana. 

Advertisement

Seorang pengguna Twitter menulis, "Kempty yang tidak begitu kosong. Apa pandangan Anda tentang hal ini? Dan kemudian mereka akan menyalahkan dokter dan pemerintah. Orang-orang baik. Saya akan meminta semua dokter untuk menyimpan video ini dengan Anda semua dan kemudian ketika saatnya tiba langsung menunjukkan kepada mereka video ini. Mereka tidak memiliki hak sekarang untuk mempertanyakan Anda dan pemerintah.

Sementara, pengguna yang lain mengatakan, "Maaf untuk mengatakan ini tetapi kita layak gelombang ketiga." Seorang pria menjawab, "Apakah mereka lupa bulan April dan Mei, penderitaan, dan perjuangan untuk bernafas, berjuang untuk hidup. Mungkin mereka adalah orang-orang yang tidak pernah mengalami hal-hal seperti itu, mereka beruntung entah bagaimana. Tapi ini adalah bencana."

Advertisement