Mantap!!! BUMN Len Industri Akan Garap Pembangunan Industri Radar Nasional

Oleh : Hariyanto | Jumat, 09 Juli 2021 - 09:23 WIB

PT Len Industri (Persero)
PT Len Industri (Persero)

INDUSTRY.co.id - Bandung - Audit teknologi industri radar yang dilakukan BPPT pada tahun 2019 telah merekomendasikan PT Len Industri (Persero) sebagai lead integrator industri radar nasional. PT Len Industri berniat menjadi pemeran utama dalam pengembangan industri radar di Indonesia.
 
"Len Industri berencana mulai mengintegrasikan semua ekosistem industri radar nasional pada tahun ini. Suksesnya industri radar ini membutuhkan kerjasama dan kolaborasi antara strategic partners dan kegiatan litbangyasa dalam negeri," kata Direktur Utama PT Len Industri, Bobby Rasyidin yang dikutip INDUSTRY.co.id, Jumat (9/7/2021)
 
Pengembangan Pusat Industri Radar Nasional bertujuan untuk menjaga keamanan wilayah NKRI, penguasaan dan kemandirian teknologi, pemenuhan kebutuhan pasar domestik dan regional, hingga dapat menggerakkan perekonomian di Indonesia.
 
”Pembangunan Industri Radar Nasional dapat meningkatkan GDP (Gross Domestic Product) dan pertumbuhan perekonomian dengan mengurangi impor, menumbuhkan investasi dan orientasi expor ke depannya, dan menciptakan tenaga kerja. Selain itu juga dapat melakukan penghematan devisa melalui kontribusi industri-industri lokal, kontribusi pajak, serta menjadi supply chain pada skala pasar regional. Dan tentunya akan meningkatkan kemandirian teknologinya,” ujar Bobby.
 
Di bidang radar, Len Industri sudah memiliki kompetensi, pengalaman, kualitas SDM, fasilitas penunjang, serta portofolio berbagai kegiatan penelitian dan pengembangan, perbaikan, dan integrasi sistem radar pertahanan milik TNI AD, AL, AU hingga integrasi radar cuaca milik BMKG.
 
Audiensi sudah dilakukan kepada stakeholder terkait seperti Wamen Kementerian BUMN, Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP), Kementerian Perhubungan, Direktorat-direktorat Kementerian Pertahanan (Pothan, Renhan, Kuathan), Bakamla, yang semuanya sangat mendukung rencana pembangunan industri ini.

Radar adalah teknologi yang sangat berguna bagi kehidupan manusia. Radar dapat diaplikasikan ke banyak bidang, seperti sistem penerbangan, prediksi cuaca, navigasi pelayaran, kepolisian, penelitian, deteksi benda luar angkasa, hingga kemiliteran.
 
Namun sayangnya, jangkauan radar-radar pengawasan wilayah laut dan udara RI belum menyeluruh. Ditambah pengadaan radar saat ini hampir semuanya masih impor. Penambahan radar pertahanan mutlak dibutuhkan dalam mengantisipasi dinamika dan konflik yang mungkin terjadi seperti di Laut Cina Timur dan Laut Cina Selatan .
 
Kebutuhan domestik dan regional terhadap pembelian dan sparepart radar militer maupun sipil dinilai tinggi. Di pasar domestik saja, potensi pasar diperkirakan mencapai Rp 33,3 triliun meliputi Radar GCI, radar cuaca, radar airborne, radar airport surveillance, hingga naval radar.
 
“Penguasaan teknologi radar sangat mungkin dicapai dengan kemampuan Indonesia saat ini. Di dalam negeri, Indonesia telah memiliki Konsorsium Litbangyasa Radar GCI Balitbang Kementerian Pertahanan yang melibatkan PT Len Industri, PT LAPI ITB, dan Infoglobal.” imbuh Bobby.
 
Pemenuhan kebutuhan sejumlah Radar GCI TNI AU menjadi target pertama pembangunan Pusat Industri Radar Nasional iniPT Len Industri diharapkan akan menjadi strategic partnersip bersama mitra vendor radar ternama dunia agar dapat mengakselerasi penguasaan dan alih teknologi radar GCI melalui proyek pengadaan radar GCI.
 
”Pengembangan Radar Nasional merupakan salah satu dari 7 Program Prioritas NasionalSesuai visi Presiden Joko Widodo, Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia, maka menjaga kedaulatan seluruh perairan dan daratan Indonesia setiap waktu adalah sebuah kewajiban,” pungkasnya.
 
Pesawat pencegat atau buru sergap membutuhkan peran penuntun radar GCI dalam melakukan penggiringan, pengusiran, atau pemaksaan mendarat, bahkan penghancuran. Radar GCI menjadi salah satu alutsista utama dalam operasi pertahanan udara dengan kemampuan deteksi hingga 450 km. 

Radar ini memandu pesawat tempur menuju sasaran dengan memperhitungkan kemungkinan adanya pesawat-pesawat asing lain yang akan melindungi pergerakan objek musuh. 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Jalin Kerja Sama, Kemenag dan Perpusnas Luncurkan Portal Web Kepustakaan Keagamaan

Kamis, 23 September 2021 - 20:46 WIB

Pemulihan Pembelajaran di Madrasah Mengandalkan Buku Teks

Jakarta-Kementerian Agama (Kemenag) RI dan Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI meluncurkan portal web Kepustakaan Keagamaan.

Ilustrasi Digital Skills (Ist)

Kamis, 23 September 2021 - 20:45 WIB

Pentingnya Memiliki Kemampuan Digital Saat Ini

Berkembangnya teknologi digital juga turut membawa kemampuan-kemampuan baru yang bisa dimiliki oleh masyarakat khususnya para generasi muda dan usia produktif. Mereka juga harus mengetahui sebenarnya…

JULO meluncurkan fitur lengkap kredit digital untuk dapat Hidupkan Hidupmu melalui stabilitas keuangan

Kamis, 23 September 2021 - 20:36 WIB

Dahsyat! Perusahaan Teknologi Karya Anak Bangsa Ini Ciptakan JULO, Kredit Digital Lengkapi Fitur Isi Pulsa Hingga Scan QRIS

JAKARTA- Sebagai perusahaan teknologi asal Indonesia, PT JULO Teknologi Finansial (JULO) meluncurkan kredit digital dengan berbagai fitur transaksi meliputi kelengkapan transaksi cash dan non-cash.

Direktur Human Capital Pegadaian Ridwan Arbian Syah

Kamis, 23 September 2021 - 20:18 WIB

Paling Disasar Pencari Kerja, BUMN Pegadaian Beberkan Rahasia Kelola SDM sehingga Raih Berbagai Penghargaan

Jakarta- PT Pegadaian menorehkan prestasi menggembirakan di bidang sumber daya manusia pada ajang penghargaan regional dan nasional. Perseroan meraih penghargaan HR Asia Best Companies to Work…

Ilustrasi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau Belajar Online (ist)

Kamis, 23 September 2021 - 20:15 WIB

Peluang dan Tantangan Pembelajaran Jarak Jauh saat Pandemi Covid-19

Semenjak pandemi berlangsung dan pembelajaran dialihkan menjadi jarak jauh. Kita semua tiba-tiba menjadi guru baik untuk anak atau adik-adik.