INDUSTRY.co.id - Jakarta, Dalam beberapa pekan terakhir, Presiden Joko Widodo atau Jokowi kerap mendapat kritikan tajam dari sejumlah pihak termasuk yang paling heboh adalah sindiran poster bertuliskan Jokowi: The King of Lip Service dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia.
Buntut dari kritikan BEM UI yang dialamatkan kepada Kepala Negera tersebut menjalar ke sejumlah BEM lain di Indonesia, diantaranya mulai dari BEM Universitas Gajah Mada, UNPAD, Yarsi, Universitas Airlangga, UNSRI, hingga Universitas Sumatera Utara.
Menanggapi itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan merasa kecewa, prihatin bahkan sedih atas maraknya kritikan dan penghinaan kepada Presiden Jokowi dari kalangan terpelajar atau intelektual.
Ia menegaskan bahwa hal tersebut adalah tidak adil.
"Saya pikir gak adil gitu," kata Luhut dalam tayangan youtube podcast Dedy Corbuzier dikutip pada Rabu (7/7/2021).
"Saya sedih kalau yang mengkritik, menghina itu orang intelektual terpelajar. Sayang gitu," tandasnya.
Menurut Luhut, sikapnya itu bukanlah untuk "menjilat" Presiden Jokowi.
Tak hanya itu, dirinya pun mengaku tidak memiliki kepentingan apapun dan beharap apapun atas sikapnya tersebut.
"Apa kepentingan saya? Saya tidak mau ada apa-apa kok. Semua sudah saya dapat," jelas Luhut.
Dikatakannya lebih lanjut, Ia hanya ingin para anak muda jangan lagi ada pikiran jahat dan punya hati busuk.
"Saya inginnya mewarisi kepada anak-anak muda supaya mereka lebih baik dari saya," ujarnya.
"Supaya mereka jangan ada pikiran pikiran jahat, bekerja dengan hati, jangan busuk hatinya, gitu aja," pungkas Luhut.