INDUSTRY.co.id, Jakarta – Jakarta- Fenomena TikTok bukan cuma populer di negara asalnya China, tetapi juga di seluruh dunia termasuk di Indonesia. Sebagaimana dilaporkan Statista, per Februari 2021, pengguna aktif harian TikTok secara global diperkirakan mencapai 35,28 juta pengguna, baik iOS maupun Android.

Karena melejitnya pengguna tik tok, kini ada Kabar gembira bagi penggunanya. Durasi konten di aplikasi Tik Tok akan bertambah panjang. Media sosial berbasis video pendek itu meluncurkan kemampuan bagi semua orang untuk mengunggah video berdurasi hingga tiga menit, tiga kali lipat dari sebelumnya yang hanya satu menit.

Tik Tok menerapkan pembuatan konten video dengan durasi lebih panjang, yakni tiga menit, mulai Kamis (2/7). Batas waktu video TikTok sebelumnya adalah satu menit.

"Dengan video lebih panjang, kreator dapat memiliki kanvas untuk membuat tipe baru atau pengembangan konten di TikTok, dengan fleksibilitas tambahan sedikit ruang," kata product manager TikTok Drew Kirchhoff, dilansir dari AFP dan melansir beberapa berita nasional.

Kirchhoff menjelaskan pilihan video durasi tiga menit ini akan berlaku buat seluruh pengguna dalam beberapa pekan ke depan.

 "Beberapa dari Anda mungkin sudah bisa menggunakan video TikTok yang lebih panjang, kami telah mengizinkan kreator di seluruh dunia mendapat pengalaman dengan format diperpanjang," kata Kirchhoff lagi.

TikTok yang dimiliki perusahaan berbasis di China ByteDance, adalah media sosial paling populer di Bumi. Penggunakan dipercaya mencapai 1 miliar orang.

TikTok saat ini mendapat banyak persaingan dari aplikasi lain seperti Instagram, Youtube, Triller, dan lainnya. Format baru ini dipercaya bisa membuat TikTok unggul dari kompetitor.

Instagram yang dimiliki Facebook sudah menyadari tren ini dan siap melakukan eksperimen fitur video.

"Kami bulan lagi aplikasi berbagi foto," kata bos Instagram Adam Mosseri dalam unggahan video di Twitter.

"Ada kompetisi serius saat ini. TikTok besar, Yotube bahkan lebih besar lagi, dan ada banyak yang baru lainnya," ucapnya lagi.

 TikTok menyatakan kalau tujuannya adalah memberikan lebih banyak fleksibilitas kepada pembuat konten saat merekam dan membatasi kebutuhan untuk posting multi-part. Pengguna juga bisa leluasa membuat lebih panjang video, dan masih bisa memecah video tersebut.

Video berdurasi tiga menit telah diuji setidaknya sejak Desember 2020 lalu. Hasilnya mudah ditemukan saat menggulir video dari pembuat TikTok teratas dengan pengikut yang banyak, terutama dalam kategori seperti memasak.

Saat pengujiannya, video yang lebih panjang hanya terbatas untuk pengguna tertentu. Tetapi sekarang akan diluncurkan ke semua orang di TikTok dalam beberapa minggu mendatang.

Aplikasi besutan ByteDance dari Cina itu tidak mengatakan seberapa lama video yang lebih panjang dapat mempengaruhi algoritma rekomendasi yang sangat disukai. Pada YouTube, karena seiring pertumbuhan platform, algoritma lebih condong ke retensi pemirsa, artinya video yang lebih lama—itulah mengapa hampir semua video di YouTube sekarang berdurasi lebih dari 10 menit. 

Tiktok mungkin tidak mengambil pendekatan yang sama. Namun, jika ternyata videonya yang lebih panjang membuat penggunaan TikTok yang lebih lama, pengguna mungkin akan melihat lebih sedikit klip viral pendek, tajam, dan aneh dari aplikasi.