Gelar Sound of Borobudur Upaya Kemenparekraf Promosi Warisan Budaya Melalui Musik

Oleh : Chodijah Febriyani | Jumat, 25 Juni 2021 - 13:15 WIB

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatimenggelar konferensi internasional Sound of Borobudur dengan tema "Music Over Nations: Menggali Jejak Persaudaraan Lintas Bangsa Melalui Musik" secara hybrid dari Balkondes Karangrejo, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah. (Dok: Kemenparekraf)
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatimenggelar konferensi internasional Sound of Borobudur dengan tema "Music Over Nations: Menggali Jejak Persaudaraan Lintas Bangsa Melalui Musik" secara hybrid dari Balkondes Karangrejo, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah. (Dok: Kemenparekraf)

INDUSTRY.co.id - Sebagai upaya promosi dan pelestarian warisan budaya yang berkelanjutan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menggelar konferensi internasional Sound of Borobudur dengan tema "Music Over Nations: Menggali Jejak Persaudaraan Lintas Bangsa Melalui Musik" yang berlangsung secara hybrid dari Balkondes Karangrejo, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah. 

Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi antara Kemenparekraf dengan Yayasan Padma Sada Swargantara dan Kompas Group dalam upaya melestarikan warisan dunia Borobudur.

Melalui musik, yang dapat dipahami oleh semua kalangan, kita dapat menggali nilai-nilai universal yang terdapat pada Candi Borobudur. Melalui alat-alat musik yg  tergambar pada relief dan tersebar di 40 negara diseluruh dunia, kita dapat menggaungkan nilai-nilai.

“Pada konferensi internasional hari ini kita bersama-sama melihat kembali jejak peradaban yang dimiliki bangsa ini serta relasi yang telah terjalin dengan berbagai bangsa seperti yang terpahat pada relief alat-alat musik Candi Borobudur,” kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, saat memberikan sambutan dalam pembukaan konferensi internasional Sounds of Borobudur, melalui siaran pers yang diterima Industry.co.id.

Konferensi Internasional Sounds of Borobudur menghadirkan berbagai narasumber. Pada sesi pertama diisi oleh Professor of Music in The Sir Zerman Cowen School fo Music and Performance at Monash University, Australia, Prof. Emerita Margaret Joy Kartomi AM, FAHA, Dr. Phil; Duta Besar LBBP RI New Zealand, Tantowi Yahya; Produser Musik, Addie MS. 

Sementara di sesi kedua diisi Professor Pakar Geografi Universitas Gajah Mada, Prof. DR. M. Baiquni MA; Direktur Industri Musik, Film, dan Animasi Kemenparekraf, Muhammad Amin; perwakilan VITO Singapura, Sulaeman Shehdek; dan perwakilan UNESCO, Moe Chiba. 

Sounds of Borobudur juga menghadirkan penampilan orkestrasi musik yang dimainkan dengan indah oleh sejumlah musisi. Di antaranya Dewa Budjana dan Trie Utami yang berkolaborasi dengan musisi nusantara dari 5 DSP dan Nusantara (Vicky Sianipar, Ivan Nestor, Samuel Glenn, Moris, dan Nur Kholis) yang memainkan alat-alat musik yang terpahat pada relief Candi Borobudur seperti suling, luthe, ghanta, simbal, cangka, gendang, dan saron. 

Alat-alat musik tersebut bisa ditemukan di beberapa relief yang ada di Candi Borobudur, seperti relief WadariaJtaka, Gandawyuha, Karmawibhangga, dan Lalitavistara. 

“Relief berbagai alat musik yang dimainkan dalam orkestrasi ini tentu telah menunjukkan betapa majunya peradaban leluhur kita,” ungkapnya. 

Sounds of Borobudur juga mendapat dukungan partisipasi aktif dari seniman dan musisi dari 10 negara, diantaranya Laos, Vietnam, Filipina, Myanmar, Taiwan, Jepang, China, Amerika, Spanyol, dan Italia. 

“Besar harapan saya kegiatan ini dapat menciptakan inovasi dan terobosan baru dalam pengembangan destinasi super prioritas Borobudur sebagai destinasi pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan,” lanjut Menparekraf. 

Dalam kesempatan itu, Ketua Yayasan Padma Sada Svargantara, Ir. Purwa Tjaraka mengatakan penemuan relief alat musik di Candi Borobudur sudah terjadi lama namun selama ini hanya menjadi ilmu pengetahuan pasif. Sehingga, gagasan untuk memulihkannya adalah gagasan yang cerdas dan original, serta perlu ditindaklanjuti dengan baik oleh semua pihak. 

Dengan ratusan gambar relief-relief alat musik ini menunjukkan bahwa aktivitas musik di tempat ini 13 abad yang lalu sejauh ini belum ditemukan ditempat lain. Uniknya lagi sebagian besar alat musik tidak ditemukan lagi di Jawa, khususnya Jawa Tengah, tetapi justru tersebar di 34 provinsi dan ditemukan kemiripannya di negara lain. 

“Maka dalam kesempatan ini kami ingin melakukan eksplorasi lanjutan, untuk menunjukkan secara lebih nyata keterkaitan dengan bangsa lain dan adanya persahabatan antar bangsa melalui musik, yang sudah terjalin sejak dulu kala,” ujarnya. 

Produk ekonomi kreatif artisan lokal juga ditampilkan di acara ini, seperti Coklat Borobudur (kuliner), Griya Handycraft (kriya), Wang Si Nawang (kuliner), Wedang (kuliner), Kriya Kayu Rik Rok (kriya), Seruas Production (kriya), Mahadika Rajut (kriya), Gubuk Kopi Borobudur (kuliner), Singkong Keju Mlahar (kuliner), Batik Borobudur (fesyen), dan Wader Presto Yu Sari (kuliner). 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

CEO LPKR John Riady (Ist)

Rabu, 29 Juni 2022 - 12:58 WIB

Konsensus Analis Prediksi Pendapatan SILO Tumbuh Tahun Ini , LPKR Terimbas Positif

Konsensus analis Bloomberg pada Jumat (24/6/2022) memprediksi pendapatan PT Siloam International Hospitals Tbk. (SILO) akan terus bertumbuh pada tahun ini meskipun pasien Covid-19 menurun. Bahkan,…

Ilustrasi TKI (Foto Dok Industry.co.id)

Rabu, 29 Juni 2022 - 12:17 WIB

Duh! Ratusan TKI Meninggal di Malaysia, Legislator Usul Pembentukan Satgas Terpadu

Jakarta- Politisi Partai Gerindra yang juga Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengusulkan dibentuk satuan tugas terpadu untuk memonitor dan menjamin pelindungan bagi tenaga kerja migran.

Presiden Jokowi

Rabu, 29 Juni 2022 - 12:17 WIB

Tiga Makna Ibu Negara Iriana Hadir di Ukraina

Pengamat militer dan intelijen Ridlwan Habib menilai ada tiga makna atau alasan Ibu Negara Iriana Joko Widodo ikut dalam kunjungan bersejarah ke Ukraina.

Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita saat melakukan pertemuan dengan Gubernur Prefektur Aichi Mr. Hideaki Omura

Rabu, 29 Juni 2022 - 11:19 WIB

Temui Gubernur Omura, Menperin Agus: Kawasan Industri di Indonesia Siap Menampung Investasi Perusahaan Prefektur Aichi

Kementerian Perindustrian terus mempererat kerja sama dengan pihak-pihak terkait untuk mendukung peningkatan investasi dan perluasan ekspor produk industri Tanah Air. Dalam kunjungan kerja ke…

Minyak Goreng Curah (ilustrasi)

Rabu, 29 Juni 2022 - 11:07 WIB

Salurkan Minyak Goreng Kemasan Sederhana, Produsen Sawit Bakal Diguyur Insentif

Jakarta Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Oke Nurwan menyebut pihaknya tengah menggodok aturan insentif yang akan diberikan. Salah satunya memberikan hak ekspor bagi produsen…