Rumput Laut Indonesia Bakal Kuasai Pasar Dunia, Kementerian Kelautan Beberkan Potensinya!

Oleh : Kormen Barus | Rabu, 16 Juni 2021 - 14:45 WIB

Ilustrasi petani rumput laut (ist)
Ilustrasi petani rumput laut (ist)

INDUSTRY.co.id,  Jakarta - Sektor kelautan dan perikanan bisa menjadi pengungkit ekonomi nasional di tengah pandemi Covid-19. Optimisme tersebut diungkapkan Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Artati Widiarti saat membuka webinar Tropical Seaweed Innovation Network (TSIN) series bertajuk "Mengenal Lebih Dekat Keanekaragaman Rumput Laut di Indonesia", Selasa (15/6/2021).

Menurutnya, rumput laut merupakan salah satu sumber daya hayati yang sangat melimpah di perairan Indonesia. Bahkan jumlahnya mencapai 8,6% dari total biota di laut. Luas wilayah habitat rumput laut di Indonesia mencapai 1,2 juta hektare atau terbesar di dunia.

 "Ini baru dari komoditas rumput laut, potensi sektor kelautan dan perikanan sudah sedemikan luar biasa," kata Artati.

Tak hanya itu, mengutip paparan Tri Handayani, peneliti dari Pusat Penelitian Oseanografi LIPI yang menyebutkan bahwa saat ini Indonesia memiliki kekayaan makroalga  sebanyak 89 suku (familia), 268 marga (genus)  dan 911 jenis (species).

Dari sekian jenis, rumput laut dari kelas alga merah (Rhodophyta) menempati urutan terbanyak dari jumlah jenis yang tumbuh di perairan laut Indonesia yaitu sekitar 564  jenis, disusul alga hijau (Chlorophyta) sekitar 201 jenis dan alga coklat (Ochrophyta) sekitar 146.

"Keberlimpahan sumber daya hayati rumput laut ini tentunya merupakan anugerah bagi bangsa Indonesia yang dapat didayagunakan sebagai penggerak ekonomi nasional, penyedia lapangan kerja, penghasil devisa serta menjadi sumber pangan dan gizi nasional," urai Artati.

Dalam kesempatan ini, Artati menegaskan riset dan inovasi adalah kunci peningkatan daya saing di pasar global. Karenanya, keberadaan TSIN yang beranggotakan para peneliti, pakar dan praktisi rumput laut di Indonesia, bisa menjadi kekuatan guna menjembatani antara inovasi dan industri, agar komersialisasi hasil riset dan inovasi rumput laut dan dapat terwujud.

"Untuk memperkuat posisi dan peran TSIN dalam perumput lautan Indonesia perlu diupayakan agar TSIN menjadi sebuah lembaga yang akan mengawal percepatan industrialisasi dan peningkatan daya saing rumput laut Indonesia," tegasnya.

Melalui sinergitas riset, inovasi dan penerapan di lapangan, Artati meyakini Indonesia bisa menjadi pemain utama dalam industri rumput laut dunia. Terlebih proyeksi permintaan rumput laut negara-negara Asia Pasifik sebagai pasar terbesar, mencapai USD23,04 miliar di tahun 2027.

Lonjakan permintaan terjadi karena meningkatnya permintaan untuk industri pangan, pakan, obat-obatan dan kosmetik.

"Pasar menurut Fortune Business Insights akan terus tumbuh dengan meningkatnya permintaan dan produksi dari negara-negara seperti Tiongkok, Korea Selatan, India dan Jepang, termasuk Indonesia untuk bahan pangan, kosmetik, farmasi, bahan perekat dan gel," jelas Artati.

Senada, Direktur Pemasaran Ditjen PDSPKP, Machmud menyebutkan bahwa pemanfaatan rumput laut untuk konsumsi manusia menyumbang lebih dari 77% dari keseluruhan pangsa pasar global. Kebutuhan ini diproyeksikan meningkat di masa mendatang karena perubahan lifestyle kebiasaan makan yang sehat, dan meningkatnya populasi penduduk.

Khusus untuk pasar Amerika Serikat, Machmud menyebut nilai industri rumput laut sebesar USD311,4 juta pada tahun 2019. Jumlah ini diperkirakan berkembang pesat dengan meningkatnya pemanfaatan untuk industri farmasi.  Selain itu, kebutuhan rumput laut merah pada 2020 – 2027 diprediksi akan tumbuh 9,2% dengan  produk utama semi-olahan dan olahan, khususnya karaginan.

"Permintaan pasar rumput laut di AS didominasi oleh jenis merah, diikuti oleh cokelat dan hijau," tutup Machmud.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Sentra Vaksinasi di Petak Enam, Jakarta Barat (Dok: Kemenparekraf)

Minggu, 01 Agustus 2021 - 15:15 WIB

Petak Enam, Kampung Wisata Pecinan Zaman Kolonial, Jakbar dijadikan Sentra Vaksinasi

Petak Enam, Jakarta Barat merupakan salah satu Kampung Wisata Pecinan yang menjadi saksi pertumbuhan Kota Jakarta dari zaman kolonial yang dijadikan tempat sentra vaksinasi Covid-19.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama Bank DKI

Minggu, 01 Agustus 2021 - 14:42 WIB

Anies Apresiasi Kontribusi Bank DKI Terkait Kolaborasi Penanganan Covid-19

Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan mengapresiasi kontribusi Bank DKI terkait kolaborasi penanganan covid-19, termasuk salah satunya pada program Mobil Vaksin Keliling yang diinisiasi…

Inilah profil Carina Citra Dewi Joe, peneliti asal Indonesia yang menjadi salah satu pemilik hak paten vaksin AstraZeneca.

Minggu, 01 Agustus 2021 - 14:24 WIB

Bikin Bangga Jutaan Masyarakat Indonesia, Wanita Keturunan Indonesia Ini, Ternyata Salah Satu Pemilik Hak Paten Vaksin Astrazeneca

Jakarta-Selain Indra Rudiansyah, ternyata ada peneliti Indonesia yang ikut mengembangkan vaksin Covid-19 Astrazeneca di Oxford Univeristy, Inggris. Dia adalah wanita muda bernama Dr Carina Citra…

Gubernur Jakarta Anies Baswedan dan Aplikasi JAKI (foto Kolase)

Minggu, 01 Agustus 2021 - 14:11 WIB

Kabar Terbaru dari Anak Buah Gubernur Anies: Aplikasi JAKI Bisa Buat Cek Status Vaksinasi COVID-19

Jakarta-Dinas Komunikasi, Informasi dan Statistik (Kominfotik) DKI Jakarta menambah fitur baru pada aplikasi JAKI yang dapat mengidentifikasi status vaksinasi COVID-19.

Aksi Cepat Tanggap (ACT)

Minggu, 01 Agustus 2021 - 13:54 WIB

ACT dan Gernas MUI Bergerak Bersama Atasi Pandemi Covid-19

Pandemi Covid-19 adalah permasalahan bangsa yang harus diselesaikan bersama-sama. Semua elemen bangsa harus bersatu dalam menuntaskannya. Persatuan sangatlah penting, sebagaimana yang dicontohkan…