Rusia Jajaki Barter Pesawat Sukhoi dengan Karet Indonesia

Oleh : Ahmad Fadli | Rabu, 17 Mei 2017 - 13:55 WIB

Pesawat Tempur Sukhoi Rusia
Pesawat Tempur Sukhoi Rusia

INDUSTRY.co.id, Jakarta - Pemerintah Rusia tampaknya sangat tertarik dengan kebijakan Pemerintah Indonesia dalam mengimplementasikan imbal beli dengan negara produsen senjata. Negara itu menginginkan adanya imbal beli antara karet Indonesia dengan pesawat tempur Sukhoi miliknya.

Direktur Jenderal (Dirjen) Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Kemdag) Oke Nurwan bilang, produk karet yang diminati itu adalah crumb rubber alias karet remah. "Mereka tertarik di crumb rubber. Tapi belum kami putuskan," kata Oke, belum lama ini.

Komoditas karet menjadi salah satu yang tengah dikaji oleh pemerintah untuk imbal dagang dengan produk senjata Rusia. Menurut Oke, payung hukum dari jenis produk yang disepakati dengan mekanisme imbal dagang akan dibuat dalam bentuk Peraturan Menteri (Permen).

Dengan Rusia, produk yang diinginkan oleh Pemerintah Indonesia adalah pesawat tempur Sukhoi. Adapun nilai imbal dagang yang akan dilakukan dengan Rusia sekitar US$600 juta.

Atas kebijakan imbal dagang ini, Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (GAPKINDO) merespon positif. Mereka berharap dengan skema imbal datang ini, maka akan terjadi perluasan pasar sehingga harga karet akan kembali melar setidaknya mencapai 6 dollar AS per kilogram (kg).

Sebab dalam tiga tahun terakhir harga karet dunia terus anjlok. "Bila harga karet naik, maka petani karet kecil juga akan untung lantaran harganya terangkat," kata Dewan Penasehat GAPKINDO Asril Sutan Amir.

Seperti diketahui, sejak akhir kuartal I lalu, petani karet gigit jari lantaran harganya anjlok. Harga karet ditingkat petani dihargai Rp 6.000 per kg atau turun 40 persen dibandingkan awal tahun yang berada di kisaran Rp 10.000 per kg.

Ketua Umum Asosiasi Petani Karet Indonesia (Apkarindo) Lukman Zakaria bilang, penurunan harga karet tersebut terjadi sejak bulan Maret lalu. "Sudah turun banyak (harga), tinggal Rp 6.000 per kg di tingkat petani," kata Lukman.

Menurunnya harga jual karet petani ini, menurut Lukman, disebabkan karena permintaan dunia yang menurun. Biasanya kontrak baru pembelian karet dilakukan setiap awal tahun. Hal ini yang cukup mempengaruhi harga beli karet ditingkat petani.

Meski tidak merinci, Lukman bilang, dengan banyaknya kontrak baru di awal tahun, maka saat ini stok karet di gudang-gudang konsumen karet dan eksportir masih penuh.

"Awal tahun kemarin banyak kontrak baru pemesanan. Jadinya gudang mereka penuh, sehingga harga karet turun," katanya.

Implementasi imbal dagang diharapkan mampu memberi dampak positif bagi Indonesia. Selain karet, pemerintah Indonesia berharap terhadap produk-produk lain yang bernilai tambah, contohnya dengan imbal dagang perlengkapan baju militer dengan persenjataan dari Rusia.

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Aksi sosial MINISO di bulan Ramadhan ajak konsumen berdonasi online untuk para korban banjir Sentani, Jayapura

Sabtu, 25 Mei 2019 - 00:25 WIB

Aksi sosial MINISO di bulan Ramadhan ajak konsumen berdonasi online untuk para korban banjir Sentani, Jayapura

Aksi sosial MINISO di bulan Ramadhan ajak konsumen berdonasi online untuk para korban banjir Sentani, Jayapura

LIBURAN SEKOLAH PLUIT VILLAGE HADIRKAN KARAKTER DORA DAN BOOTS

Sabtu, 25 Mei 2019 - 00:13 WIB

LIBURAN SEKOLAH PLUIT VILLAGE HADIRKAN KARAKTER DORA DAN BOOTS

LIBURAN SEKOLAH PLUIT VILLAGE HADIRKAN KARAKTER DORA DAN BOOTS

BTN bakal kelola dana dan fasilitasi kredit bagi anggota dan pengurus Ikatan Keluarga Alumni Lemhanas (IKAL)

Jumat, 24 Mei 2019 - 23:44 WIB

Tingkatkan Bisnis, BTN Gandeng Lemhanas

akarta-PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menjalin kerjasama dengan Ikatan Keluarga Alumni Lemhanas (IKAL) dalam pengelolaan dana dan pemanfaatan jasa layanan perbankan

Dirut Perum Jamkrindo Randi Anto memberikan santunan Yatim di Jakarta

Jumat, 24 Mei 2019 - 22:42 WIB

Perum Jamkrindo Bagikan Ribuan Paket Sembako dan santunan

Jakarta - Perum Jamkrindo secara rutin melaksanakan kegiatan sosial untuk masyarakat sekitar dalam rangka berbagi berkah pada bulan Ramadan. Selain dilaksanakan di kantor pusat, kegiatan sosial…

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto

Jumat, 24 Mei 2019 - 19:45 WIB

Kemenperin Terus Bidik Investasi dari Taiwan

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus membidik muculnya investasi-investasi baru bidang industri dari Taiwan.