INDUSTRY.co.id - Bogor, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) melayangkan teguran keras kepada Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) serta seluruh jajaran Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP).

Advertisement

Pasalnya, Jokowi melihat ada sejumlah perencanaan yang didesain kurang matang. Bahkan menurutnya implementasi program dilapangan juga tidak berjalan maksimal. 

Lantaran itu, Ia mendesak seluruh jajarannya agar dapat meningkatkan kualitas perencanaan pembangunan dengan menjalankan program pembangunan secara akuntabel, efektif, dan efisien.

Advertisement

“Saya ingin menegaskan bahwa akuntabilitas, efektivitas, efisiensi dari belanja itu hal yang sangat penting. Tetapi lebih dari itu, saya ingin menekankan beberapa hal yang perlu mendapatkan perhatian BPKP dan seluruh jajaran APIP,” ujarnya dalam Rapat Koordinasi Nasional Pengawasan Intern Pemerintah Tahun 2021 di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, dikutip redaksi INDUSTRY.co.id pada Jumat pagi (28/05/2021).

Dalam kesempatan itu, Ia mengungkapkan beberapa contoh perencanaan yang dinilainya berjalan tidak matang dan tidak maksimal.

Advertisement

“Saya ini di lapangan terus. Ada waduk, tidak ada irigasinya. Irigasi primer, sekunder, tersier itu enggak ada. Ada itu. Saya temukan di lapangan. Ada yang membangun pelabuhan, pelabuhan baru enggak ada akses jalan ke situ. Apa-apaan ? Gimana pelabuhan itu bisa digunakan? Ada dan tidak hanya satu,” tegas Jokowi.

Untuk itu, Ia kembali meminta agar jajarannya untuk terus meningkatkan pengawasan terhadap kualitas perencanaan program dan memiliki tolak ukur keberhasilan yang jelas dan bermanfaat bagi masyarakat.

Advertisement

Menurutnya, perencanaan program harus adaptif dan dapat disesuaikan dengan situasi serta kondisi saat ini dan tidak sekadar mengulang-ulang terus.

"Kita ini mengulang-ulang perencanaan dari tahun-tahun sebelumnya sehingga tidak pas, tidak adaptif terhadap situasi hari ini. Apalagi adanya pandemi ini, disrupsi, arus gelombang perubahan itu betul-betul nyata dan bergerak sangat cepat sekali. Sehingga semuanya harus beradaptasi dengan arus gelombang perubahan itu,” katanya.

Selanjutnya, Presiden juga mengingatkan agar BPKP serta seluruh jajaran APIP untuk membantu mencapai tujuan pembangunan pemerintah, bukan menakut-nakuti dan mencari-cari kesalahan. 

Dikatakannya, seluruh jajaran pengawas intern pemerintah harus bertindak dan mengawasi sebelum terjadi sebuah kesalahan sehingga kerja sama antara pemerintah dan pengawas intern pemerintah dapat berjalan dengan baik untuk mewujudkan program pembangunan pemerintah.

“Di masa sulit seperti sekarang ini kita perlu bekerja cepat, perkuat sinergi, perkuat kolaborasi, perkuat checks and balances, saling bekerja sama, saling koreksi, saling memperbaiki agar program-program pemerintah berjalan efektif, masyarakat mendapatkan manfaat sebesar-besarnya, bangsa kita bisa segera bangkit dari pandemi,” pungkas Presiden Jokowi.