INDUSTRY.co.id - Jakarta - Pada kuartal I tahun 2021 Penjualan Neto PT Erajaya Swasembada Tbk (Perseroan) mengalami peningkatan sebesar 38,96% menjadi Rp10,85 triliun pada kuartal I tahun 2021 dibandingkan dengan kuartal I tahun 2020 sebesar Rp7,81 triliun.
Sejalan dengan kenaikan Penjualan Neto Perseroan, Laba Tahun Berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Perseroan juga mengalami peningkatan sebesar 170,87% menjadi Rp278,20 miliar pada kuartal I tahun 2021 dibandingkan dengan kuartal I tahun 2020 sebesar Rp102,70 miliar.
"Sampai dengan kuartal I tahun 2021, Perseroan memiliki 88 titik distribusi dan 1.075 owned retail outlet. Selain itu, Perseroan juga memiliki kerjasama dengan kurang lebih 62.000 toko retail pihak ketiga," kata Vice President Director Erajaya, Joy Wahjudi yang dikutip INDUSTRY.co.id, Selasa (25/5/2021).
RUPS Tahunan Perseroan juga menyetujui penggunaan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Perseroan tahun buku 2020 sebesar Rp612.004.625.391,- dengan penggunaan sebagai berikut:
Pembagian dividen tunai sebesar Rp13,8 setiap saham atau seluruhnya sebesar Rp219.398.741.100,- sebelum pajak, yang akan dibayarkan atas 15.898.459.500 saham;
Sebesar Rp 1.000.000.000,- ditetapkan sebagai cadangan wajib guna memenuhi ketentuan pasal 70 Undang-Undang Nomor: 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas yang akan digunakan sesuai dengan pasal 23 Anggaran Dasar Perseroan; Sementara, sisanya dimasukan sebagai laba yang ditahan.