Presiden Jokowi Sebut Masalah Ketahanan Pangan NTT Adalah Air, Menteri Basuki Kebut Pembangunan Jaringan Irigasi

Oleh : Hariyanto | Selasa, 11 Mei 2021 - 14:39 WIB

Pembangunan Jaringan Irigasi
Pembangunan Jaringan Irigasi

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus melanjutkan dukungan ketahanan pangan dan ketersedian air secara nasional. Hal itu diwujudkan dengan pembangunan dan rehabilitasi irigasi serta pembangunan infrastruktur embung, sumur air tanah, dan bendungan di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada tahun 2021.

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa permasalahan ketahanan pangan di NTT masih tetap sama yaitu masalah air. “Saya sudah perintahkan Pak Menteri PUPR untuk dilihat kemungkinan dibangun waduk atau bendungan kemudian tambahan untuk embung dan juga sumur bor," ucap Presiden Jokowi.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, pengembangan dan pengelolaan jaringan irigasi dilakukan guna menunjang produktivitas dalam bidang pertanian, sehingga dapat meningkatkan produktivitas pertanian dan membantu memulihkan perekonomian masyarakat terdampak pandemi COVID-19.

“Pembangunan bendungan diikuti oleh pembangunan jaringan irigasinya. Dengan demikian bendungan yang dibangun dengan biaya besar dapat memberikan manfaat yang nyata di mana air akan mengalir sampai ke sawah-sawah milik petani,” tutur Menteri Basuki yang dikutip INDUSTRY.co.id, Selasa (11/5/2021).

Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal (DItjen) Sumber Daya Air (SDA) di NTT pada TA 2021 mengalokasikan anggaran sebesar Rp24,76 miliar untuk membangun Daerah Irigasi Baing (Tahap II) seluas 100 hektar.

Ini merupakan pembangunan lanjutan jaringan irigasi dalam mendukung program food estate di NTT yang pada TA 2020 telah membangun 4 Daerah Irigasi (DI) dengan anggaran sebesar Rp 82,28 miliar, yakni, DI Kodi seluas 700 hektar, DI Baing (Tahap I) seluas 14 hektar, DI Wae Laku dan Wae Dingin seluas 125 hektar, dan DI Raknamo seluas 250 hektar.

Tidak hanya membangun jaringan irigasi baru saja, Kementerian PUPR pun melanjutkan rehabilitasi irigasi pada 8 DI dengan nilai anggaran Rp 119,5 miliar yang meliputi DI Nggorang, DI Lembor, DI Netemnanu, DI Tilong, DI Satarbeleng, DI Wae Dingin, DI Mbay Kanan, dan DI Nebe.

Guna mempercepat aliran air ke persawahan sebagai jaringan irigasi, Kementerian PUPR bersama Tentara Nasional Indonesia (TNI) membangun prasarana air baku dgn pompa hidram dan jaringanya sebanyak 89 titik .

Hingga saat ini sudah ada 49 embung dengan air baku sebesar 202 l/detik dan 478 sumur air tanah dengan air baku sebesar 716 l/detik yang berpotensi melayani jaringan irigasi ke lahan pertanian seluas 12,864 ribu hektar.

Sejak tahun 2014 Kementerian PUPR juga telah merencanakan program pembangunan bendungan sejumlah 6 buah di NTT sebagai suplai air kontinu untuk irigasi dan penyediaan air baku.

Saat ini terdapat 3 bendungan yang selesai dan telah beroperasi diantaranya, Bendungan Raknamo dengan kapasitas tampung air sebesar 14,09 juta m3, Bendungan Rotilot dengan kapasitas tampung air sebesar 2,90 juta m3, dan Bendungan Napungete dengan kapasitas tampung air sebesar 11,22 juta m3.

Adapun tiga bendungan lainnya masih dalam tahap pembangunan dan diharapkan selesai semua pada tahun 2024. Bendungan-bendungan tersebut yakni Bendungan Temef di kabupaten Timor Tengah Selatan, Bendungan Manikin di kabupaten Kupang, dan Bendungan Mbay di kabupaten Nagekeo.

Selain penyediaan air baku dan pengirigasian guna mendukung program food estate pemerintah, seluruh bendungan tersebut berpotensi mereduksi banjir di NTT sebesar ± 1,915 meter kubik per detiknya serta penggerak untuk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) yang menghasilkan daya sebesar 2,575 megawatt.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Jaleswari Pramodhawardani Deputi V Kantor Staf Presiden RI

Rabu, 23 Juni 2021 - 07:00 WIB

KSP: Perpres RANHAM 2021 – 2025 Merupakan Peta Jalan Pelaksanaan Tanggung Jawab HAM Pemerintah

Dengan dikeluarkannya RANHAM generasi kelima ini, peta jalan penghormatan, perlindungan, pemenuhan, penegakan dan pemajuan (5P) HAM untuk lima tahun ke depan semakin jelas dengan ditetapkannya…

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. didampingi Kapolri Jenderal Pol Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si dan Menkes Ir. Budi Gunadi Sadikin, CHFC, CLU

Rabu, 23 Juni 2021 - 06:00 WIB

Isolasi Terpusat OTG Nagrak dan 4 Posko PPKM Mikro di Sidak Panglima TNI

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. didampingi Kapolri Jenderal Pol Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si dan Menkes Ir. Budi Gunadi Sadikin, CHFC, CLU. melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak)…

Prajurit Brigif 2 Marinir Cilandak

Rabu, 23 Juni 2021 - 05:40 WIB

Prajurit Batalyon Infanteri 6 Marinir Cilandak Drill Ratsus

Guna mengasah serta meningkatkan taktik bertempur, Prajurit Batalyon Infanteri 6 Marinir (Yonif 6 Mar) melaksanakan drill Pendaratan Khusus (Ratsus) di lapangan Apel Brigif 1 Kesatrian Marinir…

Prajurit Brigif 2 Marinir Sidoarjo

Rabu, 23 Juni 2021 - 05:20 WIB

Prajurit Brigif 2 Marinir Sidoarjo Laksanakan Pembinaan Fisik

Menjelang seleksi Pendidikan Pembentukan Bintara Singkat (Diktukbakat) prajurit Brigif 2 Marinir melaksanakan program pembinaan dan meningkatkan kemampuan fisik dengan latihan fisik di Kesatrian…

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., bersama Menteri Kesehatan Ir. Budi Gunadi Sadikin, CHFC, CLU

Rabu, 23 Juni 2021 - 05:00 WIB

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto Tinjau Isolasi Terpusat OTG dan Kelurahan Rorotan Cilincing

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto S.I.P., bersama Menteri Kesehatan Ir. Budi Gunadi Sadikin, CHFC, CLU. dan Kapolri Jenderal Pol Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., meninjau isolasi terpusat…