Kondisi Sudah Kondusif, Kegiatan Produksi Pabrik Garmen Pan Brothers Kembali Normal

Oleh : Abraham Sihombing | Kamis, 06 Mei 2021 - 18:26 WIB

PT Pan Brothers Tbk (PBRX)
PT Pan Brothers Tbk (PBRX)

INDUSTRY.co.id - Tangerang - Pabrik garmen PT Pan Brothers Tbk (PBRX) yang berlokasi di Boyolali, Jawa Tengah, mulai Kamis (06/05/2021) sudah kembali berproduksi secara normal pasca aksi unjuk rasa yang terjadi pada Rabu (05/05/2021).

Dalam siaran pers yang diterima Kamis (06/05/2021), Direksi PBRX mengungkapkan, unjuk rasa yang terjadi itu disebabkan oleh adanya kesalahpahaman ketika para karyawan dan karyawati menerima informasi mengenai pembagian Tunjangan Hari Raya (THR) akibat berbagai berita simpang siur yang muncul di media.

Direksi PBRX menjelaskan, pada 5 Mei 2021 pihak manajemen PBRX mengumumkan secara lisan kepada seluruh karyawan dan karyawati bahwa kondisi arus kas (cashflow) perseroan saat ini agak ketat, sehubungan dengan pemotongan modal kerja (bilateral) dari pihak perbankan. Akibatnya, cashflow perseroan kini tinggal 10 persen dibandingkan kondisi sebelumnya dan hal tersebut sangat menggangu cashflow perseroan.

Akan tetapi, demikian Direksi PBRX, demi menjaga kelangsungan pabrik agar tetap bekerja penuh tanpa mengurangi jumlah pekerja, maka manajemen perlu membagi berbagai arus dana pembayaran ke pemasok (supplier) dan berbagai pihak terkait lainnya, termasuk membayar THR secara bertahap.

Menurut Direksi PBRX, THR bagi para karyawan dan kayawati perseroan akan dibayar secara bertahap sebanyak lima kali. Akan tetapi jika likuiditas tersedia dimana pihak perbankan mengaktifkan kembali sebagian fasilitas keuangan, maka pembayaran THR otomatis akan dipercepat dan paling lambat selesai pada September 2021.

Sementara itu, kegiatan usaha perseroan masih terlihat kuat karena masih banyak order yang masuk dari para buyer. Hanya saja, perseroan saat ini sedang terkendala modal kerja. Pasalnya, fasiliitas bilateral yang diterima PBRX dari perbankan kini tersisa tinggal 10% dibanding pada awal 2020. Kondisi tersebut mengakibatkan manajemen perseroan mengalami keterbatasan untuk melakukan berbagai kewajiban pembayaran.

“Kami harus mengatur arus kas sebaik-baiknya agar semua dapat berjalan baik dan penjualan tidak berkurang, serta tidak ada pengurangan tenaga kerja. Kami tetap harus bisa mengatur pembelian bahan baku, pembayaran ke supplier, gaji, biaya produksi, biaya operasional dan juga kewajiban bunga ke perbankan dan bond dengan menggunakan arus kas yang ada,” papar Direksi PBRX dalam siaran pers tersebut.

Direksi PBRX tetap optimistis akan ada jalan keluar dan fasilitas keuangan akan berangsur pulih seiring dengan pemulihan ekonomi nasional dan dunia. Pada tahun 2020 yang sulit pun, kinerja perseroan masih tetap positif karena penjualan dan bottom line tetap tumbuh lebih tinggi dibandingkan pada 2019.

Jika modal kerja tersedia seperti sebelumnya, Direksi PBRX yakin perseroan pada 2021 ini akan mengalami pertumbuhan antara 10-15 persen. Hal itu karena adanya pengalihan order pesanan dari negara negara produsen lain. Akan tetapi, jika modal kerja tidak tersedia maka hal tersebut akan mustahil dapat terwujud. Karena itu, Direksi PBRX memohon dukungan dari semua pihak agar modal kerja yang dibutuhkan dapat diperoleh perseroan dengan segera.

Siklus produksi mulai dari order masuk sampai dengan ekspor untuk order yang terkonfirmasi sekitar 120 hari. Karena itu Direksi PBRX berharap pemulihan fasilitas bilateral modal kerja PBRX dapat kembali didukung perbankan nasional, sehingga PBRX dapat menyumbang pertumbuhan devisa melalui kenaikan ekspor dan dapat mengurangi tingkat pengangguran di Indonesia. (Abraham Sihombing)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Norwegia Apresiasi Cara Indonesia Atasi Sampah Laut

Senin, 04 Juli 2022 - 10:47 WIB

Hebat! Norwegia Apresiasi Cara Indonesia Atasi Sampah Laut

Lisbon- Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menegaskan komitmennya dalam mengurai permasalahan sampah di laut, salah satunya dengan merilis program Bulan Cinta…

Jalan Alternatif Lingkar Timur Kuningan

Senin, 04 Juli 2022 - 10:46 WIB

Jalan Alternatif Lingkar Timur Kuningan Selesai Dibangun, Kurangi Kemacetan Ruas Cirebon-Kuningan

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menyelesaikan pembangunan Jalan Lingkar Timur Kuningan sepanjang 7,24 kilometer (km) di Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat.

MG 5 GT Menarik Perhatian Masyarakat di GIIAS Surabaya

Senin, 04 Juli 2022 - 10:43 WIB

GIIAS Talk Ajang Inspirasi Pegiat Sektor Otomotif

GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) akan kembali dilaksanakan pada semester kedua 2022 ini di empat kota strategis di Indonesia, yaitu BSD City - Tangerang, Surabaya, Medan, dan…

Saat melepas tim relawan, Direktur Polbangtan Malang, Setyabudi Udrayana berpesan agar dapat menjalankan tugas dengan baik

Senin, 04 Juli 2022 - 10:34 WIB

Tangani PMK di Tulungagung, Kementan Turunkan Tim Relawan

Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo (SYL) menjamin pelaksanaan kegiatan Iduladha akan berjalan aman dan lancar meski di tengah wabah PMK (Penyakit Mulut dan Kuku) pada hewan ternak…

 Elnusa Petrofin Gelar Khitanan Massal untuk Anak-anak di Pontianak

Senin, 04 Juli 2022 - 10:30 WIB

Ulang Tahun ke 26, Elnusa Petrofin Gelar Khitanan Massal untuk Anak-anak di Pontianak

PT Elnusa Petrofin Anak Usaha PT Elnusa Tbk (ELSA) melalui Petrofin Peduli kembali menggelar kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) dalam rangka rangkaian Syukuran Hari Ulang Tahun Perusahaan…