INDUSTRY.co.id - Jakarta – Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) mengajak seluruh pelaku usaha, investor, dan pemangku kepentingan untuk tetap melihat perekonomian Indonesia secara jernih, objektif, dan optimistis di tengah dinamika pasar keuangan global yang saat ini ditandai dengan penguatan dolar AS, pelemahan nilai tukar rupiah, dan koreksi pasar saham domestik. 

Advertisement

Dalam beberapa pekan terakhir, rupiah menghadapi tekanan yang cukup kuat dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi signifikan akibat kombinasi faktor global maupun sentimen pasar terhadap emerging markets.

Ketua Umum HKI, Akhmad Ma'ruf Maulana, menegaskan bahwa kondisi tersebut perlu disikapi secara proporsional. 

Advertisement

Menurutnya, pergerakan nilai tukar dan pasar modal merupakan bagian dari siklus ekonomi yang selalu terjadi dalam setiap periode ketidakpastian global. 

Ketegangan geopolitik, tingginya suku bunga global, volatilitas harga energi, serta perpindahan modal internasional memang memberikan tekanan kepada banyak negara berkembang, bukan hanya Indonesia.

Advertisement

"Indonesia telah berkali-kali menghadapi berbagai tantangan ekonomi global, mulai dari krisis keuangan Asia, krisis global 2008, pandemi Covid-19, hingga berbagai gejolak geopolitik dunia. Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa daya tahan ekonomi nasional tidak boleh diukur hanya dari pergerakan harian kurs atau indeks saham, melainkan dari kemampuan menjaga aktivitas ekonomi riil, investasi, produksi, dan penciptaan lapangan kerja," ujar Ma'ruf dalam keterangannya kepada INDUSTRY.co.id pada Minggu (8/6/2026).

HKI menilai bahwa fundamental utama Indonesia sebagai tujuan investasi masih sangat kuat. 

Advertisement

Indonesia memiliki pasar domestik yang besar, bonus demografi, kekayaan sumber daya alam, agenda hilirisasi yang terus berkembang, serta jaringan kawasan industri yang semakin matang sebagai pusat manufaktur dan logistik nasional. 

Faktor-faktor tersebut tetap menjadi daya tarik utama bagi investor jangka panjang yang melihat Indonesia sebagai basis produksi dan pasar yang strategis di kawasan Asia Tenggara.

Menurut HKI, justru dalam situasi seperti saat ini Indonesia perlu mempercepat reformasi struktural yang selama ini telah berjalan. 

Fokus utama bukan pada kepanikan terhadap gejolak pasar, melainkan memastikan bahwa investasi dapat masuk dan terealisasi lebih cepat. Penyederhanaan regulasi, percepatan perizinan, sinkronisasi kebijakan pusat dan daerah, kepastian tata ruang, percepatan penyediaan energi, serta peningkatan kualitas infrastruktur menjadi faktor yang jauh lebih menentukan keputusan investor dibanding fluktuasi jangka pendek pasar keuangan. 

"Investor pada dasarnya mencari tiga hal: kepastian, kecepatan, dan kemudahan. Ketika ketiga hal tersebut dapat diberikan secara konsisten, maka Indonesia akan tetap kompetitif meskipun dunia sedang menghadapi tekanan ekonomi dan geopolitik," lanjut Ma'ruf.

HKI juga mengapresiasi langkah koordinasi pemerintah, Bank Indonesia, dan otoritas keuangan yang terus berupaya menjaga stabilitas sistem keuangan serta meningkatkan daya tarik aset domestik untuk menjaga kepercayaan pasar. 

Langkah-langkah tersebut menjadi sinyal penting bahwa pemerintah hadir dan responsif dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Lebih jauh, HKI meyakini bahwa momentum pelemahan ekonomi global justru dapat menjadi peluang bagi Indonesia untuk memperkuat daya saing. 

Banyak perusahaan industri multinasional saat ini sedang meninjau ulang rantai pasok global mereka dan mencari lokasi investasi di kawasan-kawasan industri di Indonesia karena lebih efisien, stabil, serta memiliki pasar yang besar. 

Indonesia memiliki peluang besar untuk menangkap arus relokasi industri tersebut apabila reformasi regulasi dan percepatan investasi terus dijalankan secara konsisten. 

"Sejarah menunjukkan bahwa negara yang mampu bergerak cepat di tengah ketidakpastian justru menjadi pemenang ketika ekonomi global kembali pulih. Karena itu, saat ini bukan waktunya pesimis. Ini adalah saat yang tepat untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, kawasan industri, dan investor guna menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional."

HKI menegaskan komitmennya untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam mempercepat investasi, memperkuat ekosistem industri nasional, dan memastikan kawasan industri tetap menjadi motor pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, serta peningkatan daya saing Indonesia di tingkat global.