Mentan Pertajam Sistem Pemetaan Lahan Pertanian Berbasis Spasial

Oleh : Wiyanto | Rabu, 05 Mei 2021 - 11:19 WIB

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo bersama Dirjen Tanaman Pangan
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo bersama Dirjen Tanaman Pangan

INDUSTRY.co.id-Jakarta,- Dalam rangka memenuhi kebutuhan pangan penduduk Indonesia sebanyak kurang lebih 270 juta penduduk, Kementerian Pertanian (Kementan) mempertajam salah satu program yaitu Pemetaan lahan pertanian berbasis Spasial/Poligon.

Terkait hal tersebut Kementan menggelar rapat koordinasi dengan seluruh dinas pertanian se Indonesia baik Provinsi dan Kabupaten, Badan Pusat Statistik, Kementerian ATR/BPN dan Badan Informasi Geopasial di Agriculture War Room Kementan, yang dihadiri juga secara virtual oleh Badan Pusat Statistik, Kementerian ATR/BPN dan Badan Informasi Geopasial hari Selasa pagi (4/5)

Mentan Syahrul Yasin Limpo dalam kesempataan tersebut meminta seluruh jajarannya dan pemerintah daerah melalui Dinas Pertanian untuk mengkonkritkan data data yang akan diambil secara nyata. “Tidak ada data data fiktif. Kita berbuat untuk kepentingan rakyat dan bangsa, jangan ada hal hal yang dapat merugikan rakyat dan bangsa ini," ucapnya.

Lebih lanjut Mentan mengatakan bahwa dari segala aspek bidang hanya pertanian yang masih terus berkembang, “Walaupun dalam melawan masa pandemi seperti ini, melalui data grafik BPS menerangkan bahwa hanya dibidang pertanianlah yang masih terus berkembang," kata Mentan. Diperkirakan sampai Idul Fitri kondisi tanaman pangan akan aman. Di balik itu tentu saja menurut SYL ada fluktuasi dan dinamika harga, kalau terjadi range pengendalian harga yang ada, maka yang pertama akan dilakukan kementan adalah mendekatkan dan memperkuat alur maupun jalur dari sentra produksi ke daerah yang terdampak devisit.

“Setelah itu kalau memang bemasalah maka mendekatkan komoditi tertentu yang rawan itu langsung terjun ke pasar serta ikut monitoring rantai pasoknya. Kalau memang tidak bisa juga maka terpaksa saya harus turun ke pasar bersama Kementerian yang lain," jelas SYL panjang lebar.

“Disamping itu ada lahan baru yang kita miliki kurang lebih 250.000 hektar PATB. Dan harus dikonkritkan karena itu akan menjadi warisan kita sebagai WNI,“ Ujar SYL

Lebih lanjut SYL menyampaikan bahwa mengurus pertanian bukan hanya sebuah profesi tapi juga tanggungjawab yang harus dipikul dengan jumlah penduduk yang sangat banyak yang harus dijaga makannya. “ Saya sebagai Menteri Pertanian mengucapkan terimakasih kepada seluruh insan pertanian karena pada masa covid ini hanya sektor pertanian yang tumbuh luar biasa. Dapat memberikan PDB dan pertumbuhan ekonomi yang cukup signifikan," jelas SYL.

Terkait sistem aplikasi berbasis Spasial /Polygon ini lebih friendly, sederhana dan mudah dipahami oleh petugas lapangan. Untuk tugas utamanya adalah mendata luas pertanaman lahan terutama padi di luar baku sawah. Yang kedua adalah mendata calon-calon lokasi yang akan ditanam melalui program tahun 2021. Hal ini akan bermanfaat karena data ini akan termonitor secara online dan ngelink dengan berbagai aplikasi yang menarik.

Langkah yang pertama setelah kelembagaan struktur organisasi disiapkan, tim bekerja melakukan digitasi bisa melalui laptop, HP dan PC mendigitasi dari data data yang ada. Data-data yang ada sudah terkumpul lengkap di dalam system baik nama Desa, Kecamatan , Kabupaten , kelompok Tani dan titik kordinat pun sudah ada dan setelah itu melakukan digitasi luasan polygon polygon nya di setiap kelompok Tani yang akan mendapat program dan yang sudah mendapat program PATB di 2020.

Langkah kedua adalah setelah digitasi selanjutnya dilakukan ground check melihat apakah data digitasi dengan fakta lapangan itu seperti apa. Apakah ada perubahan bisa di edit polygon polygon nya sesuai dengan fakta lapangan sehingga kalau sudah disetujui secara terpadu dilapangan makan akan di beri warna hijau yang menandakan sudah diground check validasi yang akan di pakai untuk perencanaan dan program program berikutnya.

Widyo dari Badan Pusat Statistik mengatakan, mekanisme dari aplikasi ini harus ada kesepakatan. ”Nanti petugas BPS dilapangan akan cros cek bersama sama kita di lapangan,“ ujarnya

Secara virtual, Ibu Sukiptiyah Direktur di Kementerian ATR/BPN menyampaikan mensuport rencana pendataan perluasan areal tanam. “Namun kami perlu mengetahui apa maksud dari PATB Tanaman Pangan seperti apa supaya kita bisa bersinergi. Pada prinsipnya pendataan itu tergantung skala dan input dari data yang ada,“ katanya.

Ia sepakat kedepannya harus berbasis sparsial supaya bisa mengupdate lebih. “Kami mensuport kalau memang nanti di butuhkan data yang diperlukan karena kami selama ini sudah bekerjasama dengan dinas terkait. “Mudah-mudahan data kami ini bisa mensuport dalam rangka untuk memastikan pangan kita aman,“ tambahnya.

Ditempat yang sama Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi mengatakan bahwa semua yang sudah disampaikan mengenai sistim pemetaan lahan berbasis Spasial / Polygon ini penting karena sekarang sudah era Teknologi Digitasi sudah berbagai satelit. "Proses pertama kita ajarkan kepada petugas lapangan,“ ucap Suwandi

Lebih lanjut Suwandi mengatakan,” Ini lebih akuntabel karena sudah bicara lokasi dan berapa luas. Kondisi fakta di lapangan seperti apa itu tergambar dari citra ini “ ujarnya. Walaupun ini proses yang pertama bagi petugas lapangan tapi kedepan di era perkembangan teknologi yang semakin maju ini kita membangun hal ini yang ter bagus sudah terintregasi dengan berbagai system dan sudah terhubung dengan kementerian kementerian terkait.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Replika Kapal Titanic di Cina (Ist)

Senin, 17 Mei 2021 - 15:30 WIB

Cina Bangun Replika Kapal Titanic Untuk Tempat Wisata

Kapal pesiar mewah nan ikonik Titanic yang diabadikan melalui film layar lebar pada 1997 ini akan dibangun replikanya di Cina. Salah satu tujuan pembangunan ini adalah sebagai daya tarik wistawan…

Pembangunan Bendungan Ameroro

Senin, 17 Mei 2021 - 15:27 WIB

Pemerintah Siapkan Dana Sebesar Rp 1,48 Triliun Bangun Bendungan Ameroro Berkapasitas 43,44 Juta m3 di Sultra

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memulai pembangunan Bendungan Ameroro di Desa Tamesandi, Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) yang juga masuk dalam daftar…

Love Lake di Laguna Al Qudra, Dubai (Instagram/faz3)

Senin, 17 Mei 2021 - 14:00 WIB

Love Lake, Laguna Berbentuk Hati di Gurun Dubai

Dubai menjadi salah satu tujuan wisata bagi para wisatawan asing untuk berlibur. Memiliki kota yang mewah dan megah serta pemandangan yang indah, Dubai menjadi kota yang menarik untuk dikunjungi.…

Menyikat Gigi (Ist)

Senin, 17 Mei 2021 - 13:15 WIB

Aturan yang Tepat Menyikat Gigi Setelah Sarapan

Menyikat gigi secara rutin dipercaya dapat menyehatkan kesehatan gigi dan mulut. Umumnya menyikat gigi dua kali sehari selama dua menit. Bahkan, ada beberapa orang memiliki kebiasaan menyikat…

Bank Samperna Jaga Kualitas Kredit

Senin, 17 Mei 2021 - 12:50 WIB

Bank Sampoerna Terus Melakukan Transformasi Digital, Jaga Kualitas Kredit

Wabah covid 19 yang melanda dunia sejak 1 tahun terakhir ini membuat semua sektor usaha harus semakin menyadari pentingnya pemanfaatan teknologi dalam memproduksi barang dan jasa yang sesuai…