Dahsyat!!! Blok Cepu Jadi Produsen Minyak Terbesar di Indonesia Berkat Capaian Ini...

Oleh : Hariyanto | Selasa, 27 April 2021 - 12:00 WIB

Ilustrasi Migas
Ilustrasi Migas

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengapresiasi produksi minyak Blok Cepu tahun 2020 mencapai 210 mbopd atau setara dengan 30% produksi minyak nasional. 

Dengan produksi sebesar itu, maka Blok Cepu menempatkan diri menjadi produsen minyak nasional terbesar di Indonesia. Blok Cepu akan menyumbangkan pendapatan kepada Negara sekitar USD 45 Miliar di harga minyak sekitar USD70/barrel selama jangka waktu Kontrak Kerja Sama.

"Capaian produksi minyak Lapangan Banyu Urip merupakan prestasi yang membanggakan yang bisa meningkatkan kapasitas produksi hingga 20% dengan fasilitas yang ada dan bisa dilakukan dengan aman," ujar Menteri Arifin pada kunjungan kerja ke Lapangan Minyak Banyu Urip, Blok Cepu dan Gas Processing Facility (GPF) Jambaran Tiung Biru, Kamis (22/4/2021) lalu.

Produksi awal lapangan Banyu Urip dimulai pada Desember 2008 melalui fasilitas produksi awal yang mulai berproduksi dengan kapasitas 20 mbopd pada Agustus 2009. Melalui inovasi dan keunggulan dari manajemen proyek, produksi meningkat menjadi lebih dari 80 mbopd pada saat dimulainya start-up di tahun 2015. 

Pada produksi puncaknya, Banyu Urip memproduksi sebanyak 165 mbopd dan terus berkembang hingga mencapai 235 mbopd dengan tetap mempertahankan operasi yang aman dan andal sehingga menempatkannya menjadi produsen minyak terbesar di Indonesia.

Biaya pengembangan Blok Cepu terbilang murah, yaitu USD4,5/barrel, jika dibandingkan rata-rata industri sebesar USD15/barrel. Biaya produksi di sekitar USD2,9/barrel pada tahun 2019 dan sekitar USD1,9/barrel pada tahun 2020, termasuk salah satu biaya terendah di Indonesia.

Fasilitas lapangan Banyu Urip saat ini meliputi 3 wellpad dengan 29 sumur produksi dan 16 sumur injeksi dan 1 sumur produksi di lapangan Kedung Keris terhubung ke wellpad.

Lapangan Minyak Banyu Urip merupakan pengembangan pertama di dalam wilayah kerja Blok Cepu dan mencakup pengembangan lapangan minyak Banyu Urip, dengan penemuan cadangan minyak mentah yang diperkirakan sebanyak 450 juta barel yang diumumkan pada April 2001 dan saat ini Estimated Ultimate Recovery (EUR) Banyu Urip sudah melebihi dua kali lipat dari POD original (450 mbo) menjadi 940 mbo.

Kontrak Kerja Sama (KKS) Cepu ditandatangani pada 17 September 2005, mencakup wilayah kontrak Cepu di Jawa Tengah dan Jawa Timur. ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), Ampolex Cepu Pte Ltd., PT Pertamina EP Cepu dan empat Badan Usaha Milik Daerah: PT Sarana Patra Hulu Cepu (Jawa Tengah), PT Asri Dharma Sejahtera (Bojonegoro), PT Blora Patragas Hulu (Blora) dan PT Petrogas Jatim Utama Cendana (Jawa Timur) yang tergabung menjadi kontraktor di bawah KKS Cepu.

ExxonMobil memegang 45% dari total saham partisipasi Blok Cepu sisanya PEPC 45% dan BUMD 10%. KKS Cepu ini akan berlanjut hingga 2035. Sebuah Perjanjian Operasi Bersama atau Joint Operating Agreement (JOA) telah ditandatangani oleh pihak-pihak kontraktor, dimana ExxonMobil berperan sebagai operator dari KKS Cepu mewakili para Kontraktor.

Selain mengapresiasi produksi Lapangan Banyu Urip Blok Cepu, Menteri Arifin juga menjelaskan keterlambatan target penyelesaian Proyek Gas Processing Facility (GPF) Jambaran Tiung Biru (JTB) yang menurut Menteri diakibatkan adanya pandemi Covid-19.

"Karena Covid, proyek JTB ada keterlambatan dan kita sudah minta kepada pihak manajemen untuk bisa mengejar kembali keterlambatan yang ada sehingga dapat menghasilkan gas pada akhir tahun," jelas Arifin.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kemenperin, Doddy Rahadi

Senin, 21 Juni 2021 - 13:45 WIB

Miliki Potensi Sangat Besar, Kemenperin Bakal Pacu Standarisasi Industri di Riau

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berupaya untuk mendorong pengembangan dan peningkatan daya saing industri di Provinsi Riau.

Media Sosial (Ist)

Senin, 21 Juni 2021 - 13:45 WIB

Jaga Etika dengan Rekam Jejak Digital Positif Saat Bermain Medsos

Indonesia merupakan pengguna internet nomor empat terbesar di dunia dengan jumlah pengguna aktif 170 juta orang di mana sebagian besar mengaksesnya melaui ponsel pintar dan sebanyak 51 persen…

Pengendalian Organisme Penganggu Tumbuhan (OPT) yang ramah lingkungan wajib dikedepankan yaitu melalui konsep pengendalian yang disebut Pengendalian Hama Terpadu (PHT).

Senin, 21 Juni 2021 - 13:27 WIB

Kementan Dorong Petani Lampung Kedepankan Pengendalian Hama Ramah Lingkungan Melalui Kegiatan P4

Dalam rangka untuk memasyarakatkan gerakan PHT, Kementerian Pertanian melalui Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan meluncurkan Kegiatan Pemberdayaan Petani dalam Pemasyarakatan PHT (P4) sebanyak…

BTN tebar hadiah bagi masyarakat yang berburu KPR

Senin, 21 Juni 2021 - 13:12 WIB

Wow, BTN Tebar Hadiah Emas! Strategi Jitu Pemasaran KPR

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, Bank Pelopor produk Kredit Pemilikan Rumah (KPR) ini kembali memberikan trobosan untuk masyarakat yang ingin mendapatkan bantuan pembiayaan untuk kepemilikan…

Ini Lima Job Portal Unggulan Yang Memudahkan Kamu Mencari Kerja

Senin, 21 Juni 2021 - 13:12 WIB

Ini Lima Job Portal Unggulan Yang Memudahkan Kamu Mencari Kerja

Jakarta-Era digital saat ini membawa banyak kemudahan dalam berbagai aspek kehidupan. Bahkan digitalisasi sudah menyentuh pasar tenaga kerja.