INDUSTRY.co.id - Jakarta - Sebagai tindak lanjut atas penandatanganan BPH Migas dengan PT Pindad (Persero) dalam bidang pengawasan pendistribusian Bahan Bakar Minyak dan Gas Bumi pada November 2020, Kepala BPH Migas M. Fanshurullah Asa melaksanakan kunjungan kerja ke PT Pindad (Persero), Selasa (6/4/2021).

Pada kunjunganya kali ini, Kepala BPH Migas didampingi oleh Komite BPH Migas Ahmad Rizal, Sumihar Panjaitan, Saryono Hadiwidjoyo dengan Sekretaris BPH Migas  Bambang Utoro beserta jajaran.

Direktur Bisnis Produk Industrial PT Pindad (Persero), Suharyono mengatakan, saat ini Pindad memang sedang gencar untuk mengoptimalkan bisnis industrial selain lini bisnis utama dalam bidang pertahanan dan keamanan. 

"Salah satu produk kami yang telah terselesaikan adalah memenuhi penugasan dari Pertamina Retail, yaitu Produk Pertashop sebanyak 300 unit," kata Suharyono.

"Kami berharap dengan kompetensi dan pengalaman kami, kami dapat lebih dipercaya terutama dalam bidang ketahanan energi. Terkait dengan kebutuhan dalam bidang keamanan, tentu akan kami catat dan bisa didiskusikan, serta kami berharap dapat terbentuk sinergi antara Pindad dan BPH Migas" imbuh Suharyono.

Dalam sambutan Kepala BPH Migas M. Fanshurullah Asa menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang telah terjalin dengan PT Pindad (Persero). 

"Tujuan kami kesini adalah menindaklanjuti MOU yang telah ditandatangani bersama dalam bidang pertahanan keamanan. Kebutuhan untuk memberikan keamanan pada personel di lapangan sangat besar, maka kami berusaha jemput bola agar seluruh regulasi termasuk pengadaan produk hankam dapat dipercepat." ungkap M. Fanshurullah Asa. 

Dia menambahkan, pihaknya juga berusaha untuk menjamin ketersediaan BBM di seluruh NKRI melalui mini SPBU. Pertamina sebagai BUMN yang menjamin distribusi BBM telah bekerja sama dengan Pindad untuk pemenuhan mini SPBU, yaitu Pertashop. 

"Dengan kebutuhan yang sangat tinggi untuk tahun 2021, kami ingin meninjau dan mendiskusikan terkait strategi, scheduling, produk dan fasilitas produksi hingga target bulanan terhadap capaian yang dibutuhkan serta kendala apa yang dihadapi untuk memenuhi kebutuhan ketersediaan BBM," ujar Kepala BPH Migas.