INDUSTRY.co.id - Jakarta - Merek perangkat rokok elektrik asal Zhensen, China, Voopoo secara resmi meluncurkan produk terbarunya di Indonesia yaitu Vinci Pod.
Memiliki desain yang simple dan menarik, Vinci pod yang merupakan jenis pod terbaru memiliki 7 (tujuh) varian warna antara lain, Aurora Red, Pine Gray, Aurora Neon, Aurora Silver, Aurora Pastel, Carbon Fiber, dan Dazzling Line.
Dihelat di Half Patiunus, Jakarta Selatan, Senin (5/4/2021), peluncuran Vinci pod dihadiri oleh Marketing Manager Voopoo Indonesia Ara Paramitha Idris dan juga CEO Voopoo, Everest melalui rekaman video.
Selain itu juga turut hadir beberapa distributor, lokal shop di Jakarta dan sekitarnya, serta para influencer.
"Kami sangat yakin, hanya dengan pengerjaan dan usaha yang sangat baik dapat menciptakan produk sempurna yang paling sesuai dengan kebutuhan pelanggan kami," kata Everest.
Sementara itu, Ara Paramitha mengatakan, Voopoo telah berdiri sejak tahun 2016 dan produknya secara resmi masuk ke pasar Indonesia sejak tahun 2017.
Meski demikian, terang Ara, hingga saat ini Voopoo telah menguasai 89% pasar rokok elektrik di Indonesia.
Vinci Pod adalah perangkat pod pertama dari seri Vinci. Untuk pertama kalinya menggunakan teknologi penggunaan ITO yang baru diterapkan pada produk pod.
Selain itu, Vinci Pod juga memiliki warna yang tidak mudah memudar, wear proof dan antishock, oil proof serta fingerprint free.
Vinci Pod dilengkapi dengan teknologi terbaru yaitu GENE Chip yang memberikan kestabilan dan keamanan saat penggunaannya. Dengan GENE Chip ini, Vinci Pod bekerja dengan stabil dan tidak panas saat digunakan.
Dengan kekuatan baterai 800 mAH, Vinci Pod dapat menemani penggunaan sepanjang hari. Dengan charger type-C, pengisian daya dapat dilakukan dengan mudah dan dalam waktu yang singkat.
Pengisian E-juice juga terbilang sangat mudah dengan leak resistant alias tidak akan meninggalkan kesan basah setelah diisi.
Vinci Pod akan dijual ke pasaran dengan harga Rp290.000 dan akan disebarkan ke toko-toko resmi vape di Kota Jakarta, Tangerang, Bogor, Bekasi, Bandung, Surabaya dan Bali.
"Kami juga akan menekankan kepada toko-toko penjual untuk tidak menjual kepada pembeli di bawah umur, paling tidak diatas 20 tahun," tutup Ara.