INDUSTRY.co.id - Jakarta - Pasca terjadinya kebakaran Kilang RU VI Balongan, Indramayu, Provinsi Jawa Barat, Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif meminta Pertamina untuk tetap mempertahankan kestabilan pasokan bahan bakar masyarakat dengan mengoptimalkan kapasitas produksi kilang-kilang lain, seperti dari produksi Kilang Cilacap.

Permintaan MenteriArifin tersebut bukan tanpa alasan, hal tersebut dilakukan untuk menutupi kemungkinan terjadinya kekurangan pasokan bahan bakar untuk masyarakat akibat insiden kebarakan tersebut.

"Dengan terjadinya peristiwa ini [Pertamina] akan mengoptimalkan kapasitas produk di kilang-kilang lain yang ada dengan memperhatikan standar keselamatan bekerja. Kita harapkan kebutuhan dalam negeri bisa dipenuhi dari pertamina sendiri," jelas Arifin dalam keteranganya yang dikutip INDUSTRY.co.id dari laman Kementerian ESDM, Senin (5/4/2021).

Mengenai ketersediaan stok untuk kebutuhan masyarakat, PT Pertamina (Persero) menegaskan tidak akan terjadi kelangkaan. Sebagaimana diutarakan Menteri ESDM, pasokan akan disediakan dengan mengoptimalkan produksi kilang-kilang Pertamina lainnya.

"Masyarakat tidak perlu panik, pasokan BBM dalam keadaan aman. Yang terbakar hanya storage, bukan kilang. Sehingga kilang sudah dapat mulai di start up dan selanjutnya dapat beroperasi secara normal. Balongan ini memasok ke Plumpang Jakarta dan Cikampek. Dan sampai sekarang pasokan dan distribusi aman," ujar VP Corporate Communication Pertamina Fauziah Usman.

Hingga saat ini Pertamina masih tetap melakukan pendinginan dan pengawasan di area tanki T-301 sambil memastikan tidak ada potensi api akan muncul lagi.

Sebelumnya, telah terjadi insiden di Kilang Pertamina Balongan yang menyebabkan terjadinya kebakaran pada tangki T-301G pada tanggal 29 Maret 2021 mulai sekitar pukul 00.45 dini hari.

Kebakaran merembet ke 3 unit tangki lainnya sehingga total 4 unit tangki terbakar (T-301E, T-301F, T-301G, dan T-301H). Pada saat kejadian tangki T-301E terisi 2.038 KL gasoline, tangki T-301G terisi 23.290 KL gasoline, sedangkan tangki T-301F dan T-301H kosong.

Penyebab kebakaran belum diketahui secara pasti dan proses penyelidikan sedang dilakukan pihak internal dan eksternal dari Pertamina.

Kilang Balongan merupakan salah satu kilang yang dimiliki PT Pertamina. Kilang dengan kapasitas pengolahan 125.000 bopd ini merupakan kilang dengan kompleksitas tertinggi di Indonesia (11,9 Nelson Index).

Kilang ini mulai beroperasi sejak tahun 1994 ini mengolah 14 jenis crude domestik (87% input total) dan 3 jenis crude impor (13% input total). Produk yang dihasilkan kilang ini antara lain avtur, BBM (gasoline, diesel), LPG, petrokimia (propylene) dan produk samping lainnya.

Sebagian besar (82%) produk kilang Balongan disalurkan ke wilayah DKI Jakarta, Banten dan Jawa Barat, antara lain melalui Depot Plumpang dan Depot Cikampek.