INDUSTRY.co.id - Jakarta, Dalam rangkaian kunjungan kerja ke Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi membawa satu misi yakni peningkatan ekspor dan perdagangan sarang burung walet.

Advertisement

Sejatinya, Indonesia merupakan salah satu pemasok terbesar produk sarang walet ke RRT.

Dalam memuluskan misi tersebut, Mendag Lutfi melakukan serangkaian pertemuan bisnis dengan sejumlah pelaku usaha di RRT salah satunya bertemu dengan Ketua China Agricultural Wholesale Market Association (CAWA), Ma Zengjun.

Advertisement

CAWA sendiri merupakan salah satu asosiasi grosir terbesar di RRT yang para anggotanya merupakan mitra strategis bagi Indonesia dan rutin mengimpor produk Indonesia, seperti produk sarang burung walet.

Dalam pertemuan tersebut, Mendag Lutfi mendorong agar kerja sama dengan CAWA dapat segera diperkuat dan ditingkatkan, sehingga ekspor Indonesia ke RRT dapat terus tumbuh. 

Advertisement

Pihak CAWA-pun menurut Lutfi, menegaskan ketertarikannya untuk meningkatkan pembelian produk sarang burung walet.

"Pada tahun 2020, ekspor Indonesia ke RRT mencatatkan rekor nilai ekspor sebesar USD 31,7 miliar atau naik sebesar 13,64% dibandingkan nilai ekspor tahun 2019," ujar Lutfi, dalam keternagannya yang diterima redaksi INDUSTRY.co.id pada Jumat (2/4/2021).

Advertisement

Selain CAWA, Mendag Lutfi juga bertemu dengan Huang Jian, Chairman Xiamen Yan Palace Sinong Food Co., Ltd, salah satu perusahaan importir produk sarang burung walet Indonesia terbesar di RRT.

"Tahun 2020, Xiamen Yan Palace Sinong Food Co., Ltd, mengimpor lebih dari 50 ton produk sarang burung walet dari Indonesia senilai USD 110 juta. Ke depan, perusahaan tersebut berkomitmen meningkatkan pembelian produk sarang burung walet Indonesia," papar Lutfi.

Ia menyatakan bahwa Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk mendorong serta memberikan dukungan dan fasilitasi penuh terhadap eksportir produk sarang burung walet Indonesia.

Hal yang sama juga diutarakan Lutfi kepada CEO Guangzhou Tianjin Trading Co., Ltd., Winnie Hon.

"Kami membahas dan mengidentifikasi bersama beberapa hambatan utama ekspor atas produk ekspor sarang burung walet ke RRT," ujar Lutfi.

"Kami sepakat untuk mengambil beberapa langkah konkret untuk dapat mengatasi hambatan-hambatan tersebut agar ekspor produk sarang burung walet Indonesia ke RRT dapat meningkat," sambungnya.

Guangzhou Tianjin Trading Co., Ltd sendiri merupakan salah satu mitra strategis dan importir terbesar untuk produk sarang burung walet Indonesia.

Tak sampai disitu, Lutfi juga berbicara dengan Vice President Da Zhou Xin Yan (Xiamen) Biotechnology Co., Ltd, Shan Yongjun.

Xiamen Biotechnology merupakan importir sekaligus industri pengolahan produk sarang burung walet. 

Dalam 3 tahun terakhir, perusahaan tersebut menggunakan lebih dari 98% produk sarang burung walet Indonesia untuk industrinya.

"Saya mengapresiasi dan berharap Xiamen Biotechnology dapat memberikan pelatihan kepada para eksportir Indonesia mengenai pengolahan produk sarang burung walet yang baik, higienis, dan terstandardisasi," tandas Lutfi.

Perlu diketahui, dalam rangkaian kegiatan tersebut, Mendag Lutfi menyaksikan 6 Letter of Intent (LOI) antara importir RRT dengan Indonesia yang mencakup produk sarang burung walet, buah-buahan, serta produk kayu dan mebel.

"Total nilai kontrak LOI tersebut mencapai USD 1,38 miliar atau senilai Rp20 triliun dengan masa kontrak hingga 2023," pungkas Lutfi.