INDUSTRY.co.id - Jakarta- Terkait aksi teror itu, Ketua DPR, Puan Maharani, mengimbau semua pihak tidak terprovokasi namun tetap harus meningkatkan kewaspadaan. Ia meminta aparat yang berwenang meningkatkan keamanan khususnya di seluruh tempat publik dan objek vital.

Advertisement

"Saya minta Polri segera melakukan upaya penegakan hukum secara profesional sesuai dengan koridor hukum, aturan dan perundangan yang berlaku," kata dia.

Anggota Komisi IX DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, Muchamad Nabil Haroen, mengatakan deteksi dini intelijen penting dan krusial untuk menjaga keamanan negara. Kata dia, strategi penanganan teroris dan ekstremis harus ditinjau ulang apakah penanganan terhadap kelompok radikal yang kemudian mendorong terjadinya ekstremisme bahkan terorisme sudah terlaksana dengan baik.

Advertisement

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme atau upaya deradikalisasi diminta tidak hanya menggunakan pendekatan keamanan. Lebih dari itu harus menggunakan pendekatan pendidikan secara bertahap hingga komprehensif.

Oleh sebab itu, ia menyarankan pesantren dari Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah bisa dilibatkan sebagai jangkar deradikalisasi. Pada kondisi saat ini, ia meminta masyarakat agar tetap tenang dan berharap Kepolisian Indonesia serta lembaga intelijen negara bisa bergerak cepat untuk mengantisipasi tindakan terorisme.

Advertisement

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, KH Robikin Emhas, mengatakan, tidak ada agama yang membenarkan kekerasan sehingga penyerangan terhadap Markas Besar Kepolisian Indonesia harus dikutuk keras.

"Penyerangan terhadap institusi negara, pengayom masyarakat, dan bagian dari penegak hukum; menggunakan dalil apa pun tidak bisa dibenarkan," kata dia.

Advertisement

Siapa pun yang melakukan aksi kekerasan, apalagi tindakan teror dengan mengatasnamakan agama, dia berani memastikan tindakan tersebut bukan berdasarkan ajaran agama. Sebab, agama apa pun secara tegas melarang segala bentuk kekerasan, apalagi aksi teror.

Sementara itu  Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menjelaskan terduga teroris penyerang Mabes Polri, ZA membawa map kuning berisi amplop . Kapolri mengungkap bahwa ZA sempat mengunggah bendera ISIS di Instagram-nya.

“Kemudian dari hasil pendalaman dan penggeledahan kita dapatkan beberapa temuan, terkait dengan barang yang dibawa, mungkin rekan-rekan tadi lihat yang bersangkutan membawa map kuning dan di dalamnya amplop bertuliskan kata-kata tertentu dan kemudian yang bersangkutan memiliki Instagram yang baru dibuat atau di-posting 21 jam yang lalu di mana di dalamnya ada bendera ISIS dan ada tulisan terkait dengan masalah bagaimana perjuangannya,” kata Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (31/3/2021).

Kapolri mengatakan dari hasil penyelidikan, Polisi juga menemukan surat wasiat saat menggeledah rumah ZA di Ciracas, Jakarta Timur. Kini tim Densus 88 Polri sedang menelusuri kemungkinan adanya pelaku lain yang terkait penyerangan tersebut.

“Kita temukan juga pada saat penggeledahan di rumahnya surat wasiat dan kata-kata di WA Group keluarga bahwa yang bersangkutan akan pamit jadi. Saya sudah perintahkan kepada Kadensus untuk mendalami dan mengusut terhadap kemungkinan adanya jaringan dari tersangka ini,” ujar Sigit.