INDUSTRY.co.id - Medan - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno secara resmi melepas peserta Diklat yang terdiri dari 30 siswa-siswi terpilih Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Medan untuk menimba ilmu di Poltekpar Bali.

Advertisement

Dalam acara tersebut, ada momen haru dimana Menparekraf Sandiaga Uno sempat menteskan air mata dan berkaca-kaca saat salah seorang peserta Diklat membacakan secarik puisi untuk dirinya.

"Saya jadi terharu, berkaca-kaca dan tak terasa air mata ini menetes," kata Sandiaga Uno saat acara pelepasan peserta Diklat ke Poltekpar Bali di Kaldera, Danau Toba, Jumat (26/3/2021).

Advertisement

Berikut secarik pusisi berjudul 'AYAH' yang dibacakan salah seorang peserta Diklat yang berasal dari Desa Ajibata, Kabupaten Toba, Sumatera Utara.

Ayah.....

Advertisement

Izinkan kami semua memanggilmu ayah....

Walau kami bukan anak dari darah dagingmu, ayah merupakan kata yang paling tepat untuk menyapamu dan menyebutmu...
Ada persamaan dengan Ayahku dirumah...

Advertisement

Ayah Sandi memiliki kerinduan yang sangat besar untuk masa depan kami anak-anakmu disini....

Ayah Sandi benar-benar bertanggung jawab atas masa depan kami anak-anakmu disini....

Ayah Sandi mengasihi dan menyayangi kami anak-anak sekitar Danau Toba...

Ayah.....

Harapan selalu kami gantungkan hanya ditanganmu Ayah....

Besar harapan kami, Ayah juga menjangkau teman-teman kami yang lain yang belum memiliki kesempatan seperti kami saat ini..
Supaya kami bersama-sama bisa membangun, memajukan kampung lewat dunia pariwisata...

Ayah...

Ingat kami selalu...

Karena kami ingin menjadi terang bagi masyarakat disini bahkan menjadi saluran berkat untuk mereka semua...

Akhirnya hari ini kami hanya bisa bersyukur karena sudah dipertemukan dengan ayah kedua di dunia ini...

I Love You Ayah Sandi

Kami mengasihimu...

Seperti diketahui, Menparekraf Sandiaga Uno secara resmi melepas peserta Diklat yang terdiri dari 30 siswa-siswi terpilih Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Medan untuk menimba ilmu di Poltekpar Bali.

Poltekpar Bali dipilih karena berdasarkan catatan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif memiliki sistem pemagangan yang sudah berstandar internasional dan diakui dunia.

Sandiaga Uno mengatakan, program ini sebagai bentuk konkret dari pemerintah untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) di sektor pariwisiata khususnya di destinasi wisata Super Prioritas Danau Toba.

"Pelatihan ini sangat penting, apalagi Bali sudah terkenal dengan kualitas SDM yang berstandar internasional. Mereka berkesempatan berinteraksi secara langsung dan mendapatkan wawasan global selama 8 bulan disana," katanya.

Selain menimba ilmu terkait standar pelayanan SDM pariwisata, lanjut Sandi, peserta Diklat juga akan memperdalam pengetahuan terkait standar protokol kesehatan yang sudah diterapkan sangat baik di Bali. 

"Ini paling penting, mereka bisa mempelajari standar protokol kesehatan yang sudah sangat baik di Bali. Bagaimana setelah pandemi, destinasi super prioritas Danau Toba bisa menerapkan 3M secara totalitas, karena kemungkinan kita harus hadapi Covid-19 dalam beberapa tahun kedepan," jelasnya.