INDUSTRY.co.id - Jakarta, Pakar penyakit HIV/AIDS dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Prof Dr Zubairi Djoerban mengungkapkan pentingnya melakukan tes HIV/AIDS sebelum melakukan pernikahan.
Pasalnya, menurut Prof Zubairi, hal tersebut akan memiliki dampak baik dalam mengarungi bahtera rumah tangga kedepan.
"Selamat pagi. Untuk kalian yang punya rencana menikah, saran saya, lakukanlah tes HIV/AIDS bersama calon pasangan," katanya seperti dikutip redaksi INDUSTRY.co.id dari unggahannya di Twitter @zubairidjarboen Minggu (28/3/2021).
"Itu akan memastikan status Anda dan pasangan, sehingga memiliki kehidupan lebih baik dan anak-anak Anda bebas dari HIV/AIDS--saat membangun sebuah keluarga," sambungnya.
Dalam keterangannya dijelaskan bahwa jika sejak awal telah disadari salah satu dari pasangang positif, maka akan bisa dikontrol bagaimana caranya HIV/AIDS tidak menular ke pasangan dan anak.
"Ini sangat penting," tukasnya.
Menurutnya, Tes HIV/AIDS itu dilakukan sebagai bentuk pencegahan.
"Bukan bikin menikah tidak jadi. Jangan salah paham," terang Prof Zubairi.
Ia pun mencontohkan, misalnya salah satu pasangan didapati positif HIV/AIDS, maka tidak perlu panik.
Sebab, jelasnya, yang harus dibangun adalah rasa waspada dan perkuat literasi.
"Yang terang kan HIV/AIDS ini bisa terkontrol dengan baik asal Anda itu disiplin dan bisa banget punya anak yang bebas dari HIV/AIDS," jelasnya.
Dikatakan Prof Zubairi lebih lanjut bahwasannya semua masyarakat tahu, penularan HIV/AIDS dapat terjadi melalui hubungan seksual, berbagi jarum suntik (narkoba) atau melalui transfusi darah.
Selain itu, ada juga penularan HIV/AIDS dari ibu kepada bayinya.
"Makanya, yang krusial, pastikan dulu status sendiri dan pasangan Anda sebelum menikah," tandasnya.
Sejatinya, menurut Prof Zubairi, jikalau memang terinfeksi HIV/AIDS, obati saja dulu. Paling lama enam bulan dengan minum obat antiretroviral (ARV).
Nanti virus tersebut akan menjadi minim sekali di dalam tubuh.
"Jika virus minim, ya minim juga untuk menularkannya kepada orang lain. Dalam hal ini suami kepada istri dan juga sebaliknya. Pun, jika penyakitnya terkontrol, Sang Ibu tidak menularkannya ke Sang Bayi," jelas Prof Zubairi.
"Semoga Allah SWT menyelamatkan kita dari segala jenis penyakit. Amin," tutupnya.
Untuk diketahui, unggahan sang penemu kasus pertama AIDS di Indonesia pada tahun 1983 ini telah menuai beragam komentar dari masyarakat luas.
"Untuk tes tersebut biayanya berapa yah dok?," tanya akun Jamoer18.
"Di mayoritas puskesmas gratis," sahut @actempramu.
"Dari pengalaman kemarin, salah satu syarat daftar nikah di KUA yaitu menjalani beberapa test di Puskesmas, salah satunya test HIV/AIDS, Prof.," papar Pratameister.
"Ini sgt benar...di puskes jakarta gratis koq. saya melakukannya sblm mnikah," pungkas Effenof.