INDUSTRY.co.id - Jakarta - Para mahasiswa Institut Bisnis Muhammadiyah (IBM) Bekasi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, pada 2021 ini melakukan kerja sama dengan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Mustikajaya dalam menyelenggarakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) dengan tema “Membangun Ekonomi Ummat di Masa Pandemi Covid-19 Melalui Program KKN Tematik dengan UMKM Kolaboratif dan Inovatif”.
“Kami dari Institut Bisnis Muhammadiyah Bekasi menyelenggarakan KKN mulai dari 15 Maret hingga 31 Maret 2021. Tema KKN kami kali ini berbeda karena saat ini para mahasiswa saat ini melakukan KKN di masa pandemi Covid-19,” ujar Rektor IBM Bekasi, Dr. Jaenudin, S. Ag, M. Pd. di Bekasi Kota, Sabtu (27/03/2021).
Lebih lanjut Jaenudin mengungkapkan, karena tagline kampus IBM Bekasi adalah Global Entrepreneur Campus, maka KKN IBM Bekasi diarahkan untuk pengembangan UMKM. Dengan tagline tersebut, kampus IBM Bekasi akan meng-create para mahasiswanya agar mampu berbisnis setelah lulus nanti dan program KKN untuk Usaha Kecil Menengah ini menjadi sarana latihan bagi mereka.
Dengan demikian, menurut Jaenudin, KKN IBM Bekasi ini akan memberikan manfaat bagi masyarakat di Kecamatan Mustikajaya, Kecamatan Rawalumbu dan Kecamatan Bantargebang. Dalam KKN tersebut, para mahasiswa akan menerapkan dan menularkan berbagai ide kewirausahaan yang telah diperoleh di bangku kuliah kepada masyarakat.
Sementara itu, demikian Jaenudin, Kecamatan Mustikajaya, Kecamatan Rawalumbu dan Kecamatan Bantargebang adalah tiga kecamatan dari 12 kecamatan yang digunakan selurun mahasiswa IBM Bekasi untuk pelaksanaan program KKN mereka. Di 12 kecamatan tersebut IBM Bekasi bermitra dengan LPM di setiap kelurahan yang ada. Itu sudah tercantum di dalam Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MOU) antara IBM Bekasi dengan Walikota Bekasi, Rahmat Effendi.
Salah satu klausul yang terdapat di MOU tersebut adalah pemberdayaan ekonomi kecil dan menengah sehingga praktik KKN ini menjadi salah satu bentuk implementasi dari MOU tersebut.
Klausul lain yang terdapat pada MOU tesebut adalah menampung generasi muda yang mau berkuliah, pintar tetapi tidak berkemampuan dari sisi ekonomi. Untuk itu, IBM Bekasi akan memberikan beasiswa bagi para siswa sekolah menengah di Bekasi yang akan melanjutkan pendidikannya ke tingkat perguruan tinggi.
Satu klausul penting lainnya dalam MOU tersebut adalah melanjutkan perjanjian kerja sama dengan biro kepegawaian pemerintahan Kota Bekasi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) aparatur pemerintah Kota Bekasi mulai dari tingkat Kelurahan hingga tingkat Pemerintahan Daerah Kota Bekasi.
Sementara itu, Saefudin, S. Ag., Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Mustikajaya, bersyukur karena lembaga yang dipimpinnya masuk ke dalam wilayah pengembangan UKM yang diselenggarakan IBM Bekasi.
“Kegiatan KKN yang dilaksanakan IBM Bekasi ini cukup bagus dan mendukung program LPM kami, terutama untuk para UKM di jaman pandemic seperti sekarang ini. Kita tahu bahwa pada pandemi ini banyak sekali para pengusaha UKM yang tumbang dan mereka ini perlu didukung agar semua usaha mereka dapat kembali berjalan lancer sehingga mereka dapat kembali memberikan kontribusi bagai kelancaran kehidupan masyarakat di bidang ekonomi rakyat kecil,” papat Saefudin.
Saefudin memandang bahwa KKN yang diciptakan untuk UKM seperti ini akan membuat para pedagang memperoleh dukungan secara psikologis, yang membuat mental mereka untuk berusaha dapat terus dikuatkan sehingga ada berbagai harapan yang baik untuk hidup ke depan serta dapat terus bersinergi untuk membentuk sebuah kekuatan ekonomi baru di era baru (new era) nanti. (Abraham Sihombing)