INDUSTRY.co.id - Jakarta, Wakil Ketua Komisi V DPR RI  Syarief Abdullah Alkadrie menyampaikan, kehadiran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) diharapkan mampu  berkontribusi bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat desa dan mengurangi ketimpangan pendapatan antara desa dan kota.

Advertisement

Saat meninjau BUMDes Maju Sejahtera Desa Balingbing, Subang, Jawa Barat, Syarief memberikan apresiasi kepada Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT), Aparat Desa Balingbing, pengurus BUMDes, dan masyarakat dalam upaya memajukan BUMDes sebagai langkah restorasi untuk memperkuat kemandirian dan pengembangan ekonomi masyarakat di desa.

“Kami melihat BUMDes Maju Sejahtera Desa Balingbing sudah berjalan cukup baik. Tadi kita lihat langsung  di sekeliling (desa) ini mulai maju, tinggal bagaimana regulasi dan penyuluhan SDM-nya agar bisa menguasai (pengetahuan akan) produk-produknya,” kata Syarief melalui keterangan yang diterima redaksi INDUSTRY.co.id pada Sabtu (27/3/2021).

Advertisement

Agar pengelolaan BUMDes bisa berkembang, politisi dari F-NasDem ini juga meminta Kemendes PDTT untuk aktif memberikan bimbingan teknis administrasi bagi perangkat desa, agar pengelolaan dana desa lebih tepat sasaran.

Ia menambahkan BUMDes kerap kali kesulitan menjual produknya karena terkendala masalah promosi.

Advertisement

Karenanya, dia mendorong BUMDes memaksimalkan pemanfaatan sosial media sebagai sarana pemasaran.

“Membangun SDM yang berkualitas merupakan pekerjaan yang harus dilakukan pemerintah, agar BUMDes benar-benar menjadi motor penggerak perekonomian di desa," terang legislator dapil Kalbar I itu.

Advertisement

Sementara itu, Anggota Komisi V DPR RI Sukamto menilai keberadaan BUMDes bisa mengurangi arus urbanisasi maupun transmigrasi.

Menurutnya, dibandingkan program transmigrasi, pemerintah sebaiknya memaksimalkan potensi daerah-daerah yang selama ini belum tersentuh.

Politisi F-PKB itu mendorong setiap desa nantinya memiliki BUMDes sehingga setiap desa memiliki potensi ekonomi baru dan bisa menjadi desa mandiri.

“Transmigrasi itu hanya seolah memindahkan kemiskinan dari satu tempat ke tempat yang lain. Daripada (masyarakat) ditransmigrasikan, karena biaya transmigrasi cukup tinggi, lebih baik dialihkan ke (pembangunan) BUMDes-BUMDes. Saya yakin akan terjadi pertumbuhan ekonomi di masyarakat,” pungkasnya.