INDUSTRY.co.id - Panama - Beberapa waktu lalu, KBRI Panama City bekerjasama dengan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Bogor telah menyelenggarakan seminar daring dengan judul “Peluang Ekspor-Impor, Industri Pariwisata dan Investasi Indonesia-Panama, Honduras, Kosta Rika, dan Nikaragua".
Acara tersebut dibuka oleh Walikota Bogor, Bima Arya dan dihadiri oleh 100 lebih peserta baik dari anggota HIPMI maupun umum.
“Pada tahun 2020 ekspor Bogor turun sebesar 25,86%. Hal tersebut diakibatkan kondisi perekonomian dunia yang tengah turun karena pandemi COVID-19", ujar Walikota Bima Arya, dikutip redaksi INDUSTRY.co.id pada Senin (22/3/2021).
“Melalui kerja sama dengan KBRI, diharapkan peluang ekspor produk Indonesia dari Bogor serta peluang kerja sama lainnya dapat ditingkatkan," lanjutnya.
Adapun, beberapa produk ekspor unggulan Bogor yang masuk ke kawasan Amerika antara lain produk olahan karet dan produk olahan dari kayu.
Saat ini Bogor tengah mendorong peningkatan ekspor produk seperti kopi, ikan, lada, kayu manis, cengkeh, tanaman hias, serta berbagai produk dari UMKM seperti kerajinan dan makanan.
Sementara itu, Duta Besar RI untuk Panama, Sukmo Harsono menyampaikan bahwa Panama, Kosta Rika, Honduras, dan Nikaragua merupakan negara yang secara umum memiliki iklim tropis seperti halnya Indonesia sehingga secara alam maupun produk pertanian yang dihasilkan rata-rata memiliki kesamaan dengan Indonesia.
'Hal ini merupakan tantangan sekaligus peluang bagi Indonesia untuk mengembangkan berbagai kerja sama misalnya dalam bidang pertanian, pariwisata, industri, kesehatan, pengembangan fasilitas logistik, serta kerjasama bidang pendidikan khususnya pengembangan teknologi", jelas Dubes Sukmo.
Selain itu, Dubes Sukmo juga menyampaikan tips pendekatan pengusaha RI untuk masuk ke 4 negara akreditasi KBRI, diantaranya Panama, Honduras, Kosta Rika, dan Nikaragua.
Pertama caranya dengan membangun hubungan yang intens dan personal.
"Selain itu, pentingnya pendekatan budaya dalam upaya memasarkan produk baik barang maupun budaya dan pariwisata Indonesia," tandasnya.