INDUSTRY.co.id - Jakarta, Integrasi sisi supply, demand, dan percepatan vaksinasi menjadi kunci dukungan Pemerintah untuk sektor Perhotelan dan Pariwisata.
Dimana dari sisi supply, Pemerintah berencana memberikan modal kerja mendukung pembiayaan minimum untuk pemeliharaan hotel agar siap dan layak beroperasi.
Sementara itu, dari sisi demand, terdapat alternatif Voucher Paket Wisata untuk tenaga kesehatan sebagai penghargaan untuk tenaga kesehatan dan Voucher Paket Wisata + Vaksin Gotong Royong bagi perusahaan peserta vaksin gotong royong.
Sejatinya, perusahaan tersebut juga berhak mendapat diskon/voucher paket wisata untuk karyawannya atau diskon paket conference/rapat di hotel.
“Pemerintah melihat bahwa sektor pariwisata memiliki outlook yang bagus tetapi cashflow nya tidak ada. Maka dari itu, pemberian modal kerja dan alternatif sisi supply dan demand sedang direncanakan. Saya berharap, hasil Rakernas PHRI ini dapat memberikan masukan yang kongkrit dan accountable untuk mendukung program yang sedang direncanakan ini agar segera terealisasi,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dikutip redaksi INDUSTRY.co.id pada Minggu (21/3/2021).
Dalam pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) secara virtual beberapa waktu lalu tersebut, Airlangga juga memaparkan tentang berbagai kemajuan yang dicapai saat ini.
Seperti, perkembangan kasus aktif selama PPKM Mikro pada pekan 8-14 Maret 2021 yang telah mengalami tren penurunan dibanding pekan sebelumnya.
Tak hanya itu, indikator ekonomi juga terus menunjukkan tren perbaikan, begitu juga dengan membaiknya berbagai indikator pariwisata.
"Pariwisata terus membaik, hal ini sejalan dengan kebijakan Pemerintah seperti kebijakan PPKM, kebijakan protokol kesehatan yang mengacu pada Cleanliness, Healthiness, Safety, Environment Sustainability (CHSE) di destinasi wisata, program hibah dan bantuan insentif Pemerintah, serta kampanye #InDOnesiaCARE sebagai strategi komunikasi untuk membangun kepercayaan publik," terang Airlangga.
Selain itu, Ia juga berharap dari kegiatan Rakernas PHRI ini agar dapat memunculkan masukan-masukan yang sejalan dengan kebijakan yang dikeluarkan oleh Pemerintah.
"Saya mengapresiasi rakernas PHRI Ini. Dalam mengakselarasi sektor pariwisata, pemerintah dalam APBN 2021 telah mengalokasikan sebesar 14,2 triliun rupiah untuk mendorong pemulihan sektor pariwisata dengan fokus pada 5 kawasan super prioritas (Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo, Likupang) serta pengembangan skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU)," tandas Airlangga.