INDUSTRY.co.id - Jakarta, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut B. Pandjaitan bergerak cepat menyelesaikan masalah yang dialami oleh Candi Borobudur.

Advertisement

Dimana, struktur Candi Borobudur saat ini tengah mengalami tekanan yang besar akibat peningkatan jumlah pengunjung. 

Pasalnya, pada tahun 2019 tercatat lebih dari 3,3 juta orang yang berkunjung ke Candi Borobudur, atau setara dengan 8.000 orang/hari. 

Advertisement

Padahal, berdasarkan hasil studi Balai Konservasi Borobudur, Candi yang sempat masuk daftar 7 keajaiban dunia tersebut idealnya memiliki maksimal pengunjung hanya sebanyak 128 orang/hari. 

“Oleh karenanya, akan diimplementasikan wisata berkualitas di Borobudur, dengan menjadikan Rencana Induk 1979 sebagai acuan bagi Rencana Induk Pariwisata yang terbaru,” jelas Menko Luhut seperti dikutip redaksi INDUSTRY.co.id pada Senin (15/3/2021).

Advertisement

Untuk itu, Ia meminta universitas di sekitar kawasan Candi Borobudur dapat dilibatkan dalam melakukan studi terkait masalah Candi Borobudur ini.

Menurutnya, hal itu akan menimbulkan rasa tanggung jawab bersama-sama untuk merawat dan melestarikan Candi Borobudur hinga dimasa mendatang.

Advertisement

“Semua sudah sepakat, untuk sama-sama bekerja menyiapkan pembangunan kawasan Candi Borobudur," kata Luhut.

"Akan juga disiapkan dana setiap tahun," sambungnya.

Ia juga berharap, Candi Borobudur ini dapat menjadi laboratorium konservasi cagar budaya bertaraf Internasional.

Selain itu, berdasarkan rapat koordinasi sebelumnya, sebut Luhut, isu dan tindak lanjut yang juga menjadi perhatian lainnya adalah aksesibilitas dan konektivitas, amenitas, atraksi dan fasilitas penunjang yang dapat meningkatkan nilai pariwisata di Borobudur.

Aksesibilitas serta konektivitas dimaksud ialah meliputi jalan, akses transportasi, serta jaringan internet dan telekomunikasi. 

Sementara itu, penataan kawasan Candi serta kawasan homestay beserta listrik menjadi aspek amenitas yang akan dijadikan fokus dalam upaya peningkatan kualitas pariwisata di Candi Borobudur. 

"Jadi perlu dibuat paket wisata dan event yang akan menjadi daya tarik atraksi," papar Luhut.

“Untuk meningkatkan nilai kualitas wisata, kita juga perlu siapkan masyarakat dengan memberi pelatihan dalam bidang pariwisata, sehingga kita juga dapat membuka lapangan pekerjaan baru,” tandasnya. 

Perlu diketahui, dalam kunjungan tersebut, Luhut didampingi oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem A. Makarim, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Sandiaga S. Uno dan Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Bupati Magelang Zaenal Arifin, Direktur Jendral Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Diana Kusumastuti dan Direktur Jendral Bina Marga Kementerian PUPR Hedy Rahadian.