INDUSTRY co.id - Jakarta, Kebijakan penurunan tarif Pajak Penjualan atas Barang Mewah Ditanggung Pemerintah (PPnBM DTP) untuk kendaraan bermotor, mulai membuahkan hasil pencarian berdasarkan prinsipal di dalam negeri.

Advertisement

Ya, pasalnya sejak dikeluarkannya kebijakan pajak mobil 0 persen per 1 Maret 2021 lalu, sejumlah perusahaan melaporkan telah mengalami peningkatan penjualan.

“Dari data 1-8 Maret 2021, untuk Avanza, Sienta, Rush dan Yaris, SPK-nya naik sekitar 94-155% kalau dibandingkan dengan SPK bulan Februari di tanggal yang sama,” ungkap Anton Jimmy, Marketing Director PT Toyota Astra Motor, dalam keterangannya yang dikutip redaksi INDUSTRY.co.id pada Minggu (14/3/2021).

Advertisement

Anton peningkatan, peningkatan penjualan mobil Toyota dampak positif PPnBM.

Bahkan, untuk unit Toyota Vios, karena imbas insentif Pemerintah sedan dibawah 1300 cc tersebut didiskon hingga Rp65 juta dan penjualannya meningkat drastis.

Advertisement

Tak hanya itu, pihaknyapun sudah meminta pabrik untuk meningkatkan kapasitas produksi unit Vios. 

“Sekarang kami sedang memonitor kondisi stok, karena tidak mudah juga pabrik menambah produksi dalam waktu singkat,” ujarnya.

Advertisement

Ditempat terpisah, Business Innovation and Sales & Marketing PT Honda Prospect Motor, Yusak Billy mengungkapkan pihaknya telah mengalami kenaikan penjualan sekitar 40-50% dibandingkan dengan periode yang sama bulan sebelumnya.

“Khususnya untuk model yang mendapatkan insentif pajak, peningkatan naik lebih dari 60% dibanding seminggu pertama bulan Februari lalu, growth tertinggi ada di HRV 1,5 liter,” tuturnya.

Billy mengatakan animo masyarakat sangat baik dalam memanfaatkan relaksasi pajak PPnBM dari pemerintah ini.

“Kami akan terus mengamati perkembangan permintaan mobil ke depannya untuk memenuhi supply dengan demand yang ada,” imbuhnya.

Tak hanya Toyota dan Honda, Daihatsu juga mengaku telah mencatatkan kenaikan SPK dalam seminggu saat berlakunya insentif pajak pembelian mobil baru tersebut. 

Bahkan menurutnya, kenaikan tidak hanya pada model-model yang mendapatkan insentif PPnBM, tetapi juga pada model yang tidak mendapatkan insentif.

Untuk model yang mendapatkan insentif seperti Xenia, Terios, Luxio, dan Gran Max MB, SPK-nya melonjak sekitar 40%.

Sedangkan model-model lainnya seperti Ayla, Sigra, Sirion, Gran Max PU, Gran Max Blindvan penjualannya naik sekitar 20%.

“Untuk stok model yang mendapat insentif PPnBM khususnya di bulan-bulan periode relaksasi tersebut tentunya akan kami atur seoptimal mungkin agar seimbang antara demand dan supply yang ada,” kata Hendrayadi, Marketing and Customer Relation Division Head PT Astra International Daihatsu Sales Operation.

Prinsipal berikutnya yang juga mengalami peningkatan SPK ialah PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales (MMKSI).

Menurut Irwan Kuncoro, Director of Sales & Marketing Division MMKSI, peningkatan jumlah pesanan melonjak setelah insentif Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM) diterapkan mulai Senin (1/3) lalu.

Menurutnya, tercatat ada dua produk Mitsubishi yang mendapatkan Insentif PPnBM, yaitu Xpander dan Xpander Cross.

“Jumlah SPK minggu pertama Maret 2021 terjadi peningkatan yang cukup signifikan untuk Xpander, jika dibandingkan periode yang sama di Februari 2021,” kata Irwan.

Tak berhenti di Mitsubishi, PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) mengklaim selama empat hari berlakunya relaksasi PPnBM, permintaan mobil Suzuki naik 100 persen dibanding periode yang sama bulan Februari 2021. 

"Sejauh ini dari data yang kami pantau, permintaan mobil Suzuki naik 100 persen," kata Donny Ismi Saputra, 4W Marketing Director PT SIS.

Donny mengatakan bahwa Suzuki memiliki dua model yang mendapatkan relaksasi PPnBM nol persen. Kedua model itu adalah Suzuki Ertiga dan Suzuki XL7. 

"Kami memperkirakan kenaikan penjualan untuk kedua model itu sekitar 20 persen. Tetapi bisa saja terus berkembang," pungkasnya.

Perlu diketahui, sebanyak 21 mobil telah bisa memanfaatkan diskon PPnBM.

21 mobil tersebut berasal dari enam merek produsen mobil ditanah air yakni PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), PT Astra Daihatsu Motor (ADM), PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia (MMKSI), PT Honda Prospect Motor (HPM), PT Suzuki Motor Indonesia (SMI), dan PT SGMW Motor Indonesia.

Sementara itu, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita beberapa waktu lalu di Jakarta menyebutkan bahwa Insentif PPnBM 0 persen ini menjadi upaya pemerintah dalam mendorong pertumbuhan sektor otomotif sekaligus mengakselerasi pemulihan ekonomi nasional.

"Dengan insentif ini, diharapkan bisa membuat harga mobil lebih terjangkau, mendorong belanja masyarakat dan tidak kalah pentingnya, pelaku industri bahan baku dan komponen dalam negeri, terutama industri kecil menengah (IKM) terselamatkan dan dapat terus menjalankan usahanya di tengah pandemi Covid-19. pada akhirnya relaksasi ini akan mendukung pemulihan ekonomi di 2021, "pungkasnya.