Menperin Agus Sebut Sojitz Kesengsem Bangun Pabrik Methanol dan Ammonia di Kawasan Teluk Bintuni

Oleh : Ridwan | Sabtu, 13 Maret 2021 - 20:37 WIB

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita

INDUSTRY.co.id - Tokyo - Kementerian Perindustrian mendukung pengembangan industri methanol di Indonesia. Hal ini berangkat dari kebutuhan methanol yang semakin meningkat. Pasalnya, industri methanol memegang peranan yang sangat penting bagi pengembangan industri di hilirnya.

Dalam kunjungan kerja ke Tokyo, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita didampingi Duta Besar LBBP RI-Jepang, Heri Akhmadi bertemu dengan perusahaan industri kimia Sojitz Corporation untuk membahas pengembangan industri methanol di Indonesia.

"Dalam pertemuan tadi, Sojitz menyatakan ketertarikan untuk mengembangkan industri methanol dan ammonia di Kawasan Industri Teluk Bintuni yang akan menyerap investasi sekitar 5 miliar US$," ujar Menperin di Tokyo (11/3).

Pada pertemuan dengan Presiden dan CEO Sojitz Corporation Mr. Fujimoto Masayoshi, Menperin menyampaikan bahwa proyek Bintuni masuk sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN), sehingga akan memperoleh kemudahan serta berbagai insentif dari Pemerintah.

"Proyek petrokimia di Teluk Bintuni akan menjadi yang terbesar dengan luas sekitar 2.000 Hektare. Kami akan membahasnya lebih lanjut pada kunjungan selanjutnya di bulan Mei mendatang," jelasnya.

Bisnis Sojitz Corporation di Indonesia meliputi perusahaan Kaltim Methanol Industri (KMI) di Bontang, Kalimantan Timur yang merupakan satu-satunya produsen methanol di Indonesia. Perusahaan tersebut berkapasitas produksi 660.000 metrics ton per tahun.

"Dengan kebutuhan methanol di dalam negeri yang mencapai sekitar dua juta ton, pembangunan pabrik methanol baru amat dibutuhkan," jelas Menperin.

Bahan baku methanol sangat dibutuhkan, antara lain dalam industri tekstil, plastik, resin sintetis, farmasi, insektisida, plywood. Metanol juga sangat berperan sebagai antifreeze dan inhibitor dalam kegiatan migas. Selain itu, methanol juga merupakan salah satu bahan baku untuk pembuatan biodiesel.

"Di tahun 2020, permintaan akan methanol juga meningkat dengan penerapan mandatory biodiesel B3" ujar Menperin.

Guna merealisasikan proyek pembangunan pabrik methanol kedua tersebut, diperlukan dukungan penuh kedua Pemerintah dalam pengembangan industri petrokimia di Bintuni. Kawasan industri ini dikembangkan secara multiyear dengan menggunakan KPBU (Kerjasama Pemerintah Badan Usaha).

Pembangunan infrastruktur di kawasan tersebut ditargetkan bisa dilaksanakan pada tahun ini dan dilanjutkan pembangunan pabrik-pabrik pada 2022, sehingga tenant bisa mulai berproduksi pada 2024.

Pada kesempatan tersebut, Menperin juga mengundang Sojitz untuk berinvestasi pada industri soda ash sebagai hilirisasi dari ammonia, di samping sebagai pengurangan emisi CO2 pada pembakaran batubara yang akan dikembangkan oleh Sojitz.

"Pemerintah akan memberikan insentif tertentu bagi industri pioner seperti soda ash," tutupnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Vaksin Lindungi Diri

Rabu, 16 Juni 2021 - 08:00 WIB

Vaksin Terbukti Mampu Melindungi Diri dari Mutasi Virus COVID-19

Pandemi COVID-19 belum berakhir, guna menekan kasus yang terus bertambah, pemberian vaksin COVID-19 terus dilakukan. Pemberian vaksin ini merupakan solusi yang dianggap paling tepat mengurangi…

Kebun Kelapa Sawit (Ist)

Rabu, 16 Juni 2021 - 07:39 WIB

BPS: Ekspor Pertanian Januari-Mei 2021 Naik 13,39 Persen

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis nilai ekspor hasil pertanian selama Januari-Mei 2021 mengalami kenaikan tinggi, yakni sebesar 13,39 persen. Kenaikan terjadi karena subsektor tanaman obat,…

Ilustrasi hukum (ist)

Rabu, 16 Juni 2021 - 07:26 WIB

Komisi III DPR RI Apresiasi Langkah Cepat Kapolri Berantas Mafia Tanah

Anggota Komisi III DPR RI, Santoso mengapresiasi langkah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo atas respon cepat dalam melakukan penindakan mafia tanah di sejumlah daerah, khususnya di Jawa…

Ketua Hipmi Mardani H.Maming

Rabu, 16 Juni 2021 - 07:00 WIB

HIPMI Persiapkan Anak Muda Berbisnis untuk 50 Tahun ke Depan di Era Bonus Demografi

Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) telah memasuki usia ke-49 tahun pada 2021 ini. Dalam acara hari ulang tahun yang dihadiri oleh para anggota dan para mantan ketua umum (mantum) HIPMI,…

Prajurit Batalyon Howitzer 2 Marinir

Rabu, 16 Juni 2021 - 06:00 WIB

Prajurit Batalyon Howitzer 2 Marinir Laksanakan OlahRaga Bersama

Dalam rangka meningkatkan disiplin prajurit dan upaya untuk tetap menjaga kesehatan tubuh dan meningkatkan imunitas agar tidak mudah terserang penyakit termasuk virus Covid-19 Prajurit Batalyon…