INDUSTRY co.id - Jakarta - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita baru saja selesai melakukan kunjunganya kerja ke Jepang.
Selama dua jari di Negeri Sakura, Menperin melakukan pertemuan dengan pelaku induatri otomotif, alas kaki, pertokimia, asosiasi ppengusaha, serta pihak pemerintah Jepang.
Dalam kunjungan kerjanya di Jepang, Menperin memaparkan sejumlah kebijakan, program hingga proyek baru antara lain, Undang-undang Cipta Kerja, Substitusi Impor, relaksasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM), proyek Bintuni hingga Pelabuhan Patimban.
Dari pertamuan dengan sejumlah perusahaan otomotif, Menperin berhasil membawa kabar baik untuk Indonesia berupa penguatan investasi lama dan komitmen investasi baru di sektor otomotif.
"Pertemuan berjalan dengan baik dan membawa kabar gembira, karena beberapa perusahaan otomotif besar dan petrokimia menyatakan komitmen berinvestasi di Indonesia," ujar Menperin Agus dalam keterangan tertulisnya, Jumat (12/3/2021).
Dijelaskan Menperin Agus, dari pertemuan dengan prinsipal Honda Motor Company.Ltd, perusahaan tersebut berkomitmen menanamkan investasi sebesar Rp5,2 triliun.
Rencananya, Honda akan membangun pabriknya di Indonesia. Adapun, pabrik honda yang ada di India bakal direalokasi ke Indonesia.
"Nanti ada fasilitas dari India akan dipindahkan ke Indonesia. Jadi memang honda berkomitmen membangun model baru berbasis elektrik," ujarnya.
Selain itu, jelas Menperin Agus, Honda memberikan komitmen bahwa akan menambah investasi sampai dengan 2024.
Menurutnya, komitmen Honde itu termasuk dalam pengembangan model baru mobil mereka yang akan dilakukan di Indonesia. "Kami akan dorong terus kegiatan ekspansinya di Indonesia," kata Agus.
Bertemu dengan Menperin, Honda juga berkomitmen untuk menambah jumlah negara tujuan ekspor hingga 31 negera di Asia, Afrika, Amerika Utara, Amerika Tengah, dan Amerika Selatan.
"Ini model baru yang akan diekspor ke 31 negara ini hanya diproduksi di Indonesia," ujar Agus.
Sementara itu, Suzuki Motor Corporation berencana menginvestasikan Rp1,2 triliun. Menurutnya, investasi Suzuki di Indonesia sebesar Rp1,2 triliun akan menjadi basis pengembangan produk Suzuki Ertiga dan Suzuki XL7 yang diperkenalkan sebagai jenis kendaraan mild hybrid dengan teknologi integrated starter generator (ISG).
"Model-model tersebut untuk tujuan ekspor bagi pasar Asia dan Amerika Latin," jelas Agus.
Perusahaan tersebut juga telah memiliki roadmap EV dan menyampaikan bahwa insentif dari kebijakan pemerintah sangat diperlukan untuk meningkatkan produksi EV.
Adapun Toyota Motor Corporation merealisasikan investasi yang sudah ada, yaitu sekitar Rp28 Triliun. Menperin menjelaskan pertemuan dengan Toyota memperkuat komitmen investasinya sebagai perusahaan yang paling besar berinvetasi sejak melakukan kegiatan di Indonesia.
"Toyota tetap dengan komitmen investasi senilai Rp28 Triliun. Mereka juga memberikan komitmen memperluas pasar ekspor, dari 80 negara yang sekarang sudah menjadi pasar ekspor akan dikembangkan menjadi 100 negara pada tahun 2024," jelas Menperin.
Kemudian, Mitsubishi Motors Corporation menyampaikan rencana investasi Rp11,2 triliun hingga akhir tahun 2025 dengan proyeksi terjadi peningkatan kapasitas produksi, dari 220 ribu menjadi 250 ribu unit.
"Mereka juga akan mengembangkan dua model mobil electric vehicle (EV)," papar Menperin.
Pada hari kedua di Jepang, Menperin juga melobi Mazda Motor Corporation untuk membangun pabriknya di Indonesia dengan menyampaikan berbagai kemudahan investasi dan banyak insentif untuk investor otomotif baru di Indonesia.
"Kami terus mendorong agar mereka segera melakukan investasi dan membangun pabrik di Indonesia. Mereka akan segera mempertimbangkan dan memperhitungkan untuk kebutuhan investasi di Indonesia. Mudah-mudahan nanti pada kunjungan kami selanjutnya di bulan Mei dapat mendengar perkembangan dari Mazda untuk berinvestasi di Indonesia," kata Menperin.
Dalam pertemuan dengan para prinsipal di Jepang, Menperin menyampaikan kemudahan dan fasilitas untuk meningkatkan ekspor produk kendaraan bermotor, dari Indonesia. Salah satunya adalah pengembangan Pelabuhan Patimban di Subang, Jawa Barat yang telah diluncurkan awal (soft launching) oleh Presiden RI pada Desember 2020 lalu.
"Pelabuhan Patimban didedikasikan menjadi hub besar dalam produksi kendaraan bermotor di Indonesia maupun ekspor produk otomotif ke pasar global," terang Agus.
Menperin menambahkan, pelaku industri otomotif dapat memanfaatkan Pelabuhan Patimban sebagai mitra strategis dalam aktivitas bongkar muat barang untuk ekspor-impor sehingga bisa menjadi salah satu pusat perdagangan internasional.